Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga
Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga
“Saya punya tiga anak. Yang paling besar sekarang kelas lima SD. Saya tidak punya banyak, tapi cukup untuk hidup dan menyekolahkan mereka,” katanya.
Dahulu, pekerjaan Mahyin sempat membuatnya merasa rendah diri. Bau kotoran sapi yang menempel di tubuh setelah bekerja sering menjadi hal yang tidak menyenangkan.
Baca juga: Rayakan Satu Dekade Perjalanan, BATIQA Hotel Pekanbaru Gelar Giveaway A Decade of Memories
Bahkan, istrinya pernah mengeluhkan aroma tersebut.
Namun waktu mengubah semuanya.
“Dulu istri suka bilang badan saya bau karena kerjaannya mengolah pupuk dari limbah kotoran sapi. Sekarang malah dia bilang, bau itu tanda rezeki kita hari ini,” ujar Mahyin sambil tertawa kecil.
Kalimat sederhana itu menjadi penguat baginya.