Menu

Mutiasari Cup Unity III Secada Secara Resmi Dibuka Bupati Kasmarni

Dahari 13 Sep 2026, 10:23
Mutiasari Cup Unity III Secada Secara Resmi Dibuka Bupati Kasmarni
Mutiasari Cup Unity III Secada Secara Resmi Dibuka Bupati Kasmarni

RIAU24.COM - Pertandingan boleh berakhir, skor boleh berubah, dan pemenang akan ditentukan di lapangan. Namun, bagi Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, ada kemenangan yang jauh lebih penting: sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan yang terus hidup setelah pertandingan usai.

Pesan kuat itu disampaikan Hj. Kasmarni saat membuka Turnamen Futsal Mutiasari Cup Unity III Tahun 2026, di Abiken Soccerfield, Kecamatan Mandau, Sabtu 12 September 2026 malam.

Turnamen yang digagas RSU Mutiasari tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, kegiatan itu dinilai telah menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi dan memperkuat jejaring antara RSU Mutiasari dengan para mitra kerja serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

“Kita sehat melalui olahraga, kita kuat melalui kebersamaan, dan kita semakin dekat melalui silaturahmi,” ujar Hj.Kasmarni.

Menurutnya, olahraga mengajarkan banyak hal yang sangat penting dalam kehidupan dan pembangunan daerah. Ada disiplin, kerja sama, kekompakan, daya juang, sekaligus kemampuan menghargai orang lain. Karena itu, Hj.Kasmarni mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai asatu-satunya tujuan.

“Menang adalah prestasi, sportivitas aadalah karakter, dan persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Bupati perempuan tersebut juga meminta agar semangat unity tidak berhenti sebatas slogan maupun hanya terlihat selama pertandingan berlangsung.

“Jangan hanya kompak di lapangan. Bawa semangat unity ini ke tempat kita bekerja, ke dalam pengabdian, dan ke tengah-tengah masyarakat,” pesannya.

Bagi Hj. Kasmarni, pesan tersebut sangat penting karena pembangunan daerah membutuhkan kekuatan bersama. Tidak ada satu pihak pun yang mampu bekerja sendiri menghadapi kompleksitas kebutuhan masyarakat.

Termasuk dalam sektor kesehatan, kolaborasi dan kekompakan menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, ramah dan berkualitas.

“Pelayanan kesehatan adalah kerja bersama. Dibutuhkan kekompakan, komunikasi, profesionalisme dan kepedulian. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa baik kita bekerja, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Hj. Kasmarni menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Bengkalis tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan pemerintah melalui program dan kebijakan. Diperlukan energi kolektif, kepedulian dan rasa memiliki terhadap daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh kekuatan daerah. Kita ingin membangun Bengkalis bukan hanya dengan program dan kebijakan, tetapi dengan kekuatan kolaborasi, kepedulian dan rasa memiliki terhadap daerah,” tegas Hj.Kasmarni.

Ia pun mengapresiasi RSU Mutiasari yang secara konsisten melaksanakan Mutiasari Cup Unity hingga memasuki tahun ketiga. Menurutnya, kegiatan seperti ini patut dipertahankan karena memberikan manfaat ganda: menggerakkan budaya hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga dan antarmasyarakat.

Hj. Kasmarni berharap Mutiasari Cup Unity terus berkembang, bukan sekadar menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi menjadi tradisi positif yang melahirkan semangat kebersamaan, memperkuat jejaring dan menumbuhkan budaya hidup sehat di Kabupaten Bengkalis.

“Jadikan turnamen ini sebagai ruang untuk berkompetisi secara sehat, memperluas persahabatan dan memperkuat persaudaraan. Setelah pertandingan selesai, persaudaraan jangan ikut selesai,” pesannya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, Direktur RSU Mutiasari dr. M. Yusuf, CEO PT RMB Hospital Group Donny Adelino, ST, Direktur PT Mutiasari dr. Leo Pratama Agung, MARS, Kepala Dinas Pendidikan Hadi Prasetyo, Kepala Dinas BPBD Salaman Alfarizi, Camat Mandau Riki Rihardi serta sejumlah pejabat, panitia, peserta dan undangan lainnya.