Ribuan Ton Udang Impor Diamankan KKP, Potensi Kerugian Negara Rp405,8 Miliar
Erwin juga menyoroti kondisi pasar yang dinilai masih memberi ruang bagi produk impor. Salah satu persoalannya, kata dia, adalah tingginya biaya produksi udang vaname di dalam negeri yang membuat produk lokal sulit bersaing dari sisi harga.
“Di dalam negeri sendiri ongkos produksinya terlalu mahal. Itu menandakan tata kelolanya yang KKP lakukan terhadap komoditas ini belum maksimal,” kata Erwin.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menekan daya saing petambak lokal. Ketika produk impor dengan harga lebih rendah tersedia di pasar, petambak dalam negeri harus bersaing di tengah biaya produksi yang lebih tinggi.
Karena itu, Erwin menilai pemerintah tidak cukup hanya mengawasi arus perdagangan impor. Pemerintah juga perlu membenahi biaya input produksi agar petambak nasional mampu menghasilkan udang dengan harga yang lebih kompetitif.
Dengan biaya produksi yang lebih terkendali, produk udang dalam negeri diharapkan dapat bersaing lebih baik dengan produk impor.
Erwin turut mempertanyakan mengapa 144 ton udang vaname di fasilitas BMI dapat luput dari pengawasan hingga akhirnya diamankan KKP.