Menu

Bukan Sekadar Ngopi, Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati

Lina • 15 Oct 2026, 11:59
Bukan Sekadar Ngopi, Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati
Bukan Sekadar Ngopi, Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati

RIAU24.COM - Kantor bupati tak harus selalu identik dengan gedung pemerintahan yang kaku dan berjarak dengan masyarakat. Di Kabupaten Siak, sebuah kedai kopi kini hadir membawa suasana berbeda. Bukan sekadar tempat menikmati kopi, Selaso Cafe disiapkan menjadi ruang singgah bagi masyarakat yang datang untuk mengurus keperluan pemerintahan, termasuk menunggu kesempatan bertemu kepala daerah.

Pemerintah Kabupaten Siak bersama Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) meresmikan operasional Selaso Cafe di lantai II Kantor Bupati Siak, Rabu (14/10/2026).

Kafe yang dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) BRK Syariah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan pemanfaatan aset agar lebih produktif, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan Selaso Cafe tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai dan pejabat pemerintah. Lebih dari itu, kafe tersebut diharapkan menjadi ruang yang ramah bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke Kantor Bupati Siak.

Masyarakat yang memiliki keperluan dan ingin bertemu Bupati, Wakil Bupati, ataupun Sekretaris Daerah, tetapi harus menunggu, dapat memanfaatkan tempat tersebut untuk duduk santai sambil menikmati kopi.

"Kami buka kafe ini untuk memberikan tempat untuk kito. Kalau ada rakyat yang mau jumpa sama bupati, wakil bupati atau pun sekda apabila lama menunggu, bisa datang ke sini untuk duduk-duduk ngopi. Ini kedai kopi UMKM yang punyo," kata Afni saat peresmian.

Bagi Afni, kehadiran Selaso Cafe bukan semata-mata menghadirkan fasilitas baru di lingkungan perkantoran. Ada harapan yang lebih besar, yakni menjadikan kantor pemerintahan sebagai ruang yang terasa dekat dengan masyarakat, bukan gedung megah yang menghadirkan jarak antara pemimpin dan rakyatnya.

Ia ingin fasilitas milik pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara terbuka, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Afni juga menegaskan, pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Syamsurizal, pemerintah daerah tidak lagi berfokus pada pembangunan landmark baru. Sebaliknya, optimalisasi aset yang telah dimiliki menjadi salah satu perhatian utama agar fasilitas tersebut kembali hidup dan memberikan nilai tambah bagi daerah.

Selain Kantor Bupati Siak, Pemkab Siak juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan aset lainnya, termasuk Gedung Daerah.

"Peninggalan kami adalah ketika aset ini bisa dimaksimalkan dengan baik, itulah peninggalan Afni-Syamsurizal. Jadi legacy kita ini macam mano aset-aset ini kemudian dihidupkan kembali," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Afni turut mengapresiasi dukungan BRK Syariah yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Siak melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Sementara itu, Branch Manager BRK Syariah Kabupaten Siak, Marwan Setiadi, mengatakan pembangunan Selaso Cafe merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara BRK Syariah dan Pemerintah Kabupaten Siak sebagai mitra dalam pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, pembangunan kafe tersebut mendapat dukungan dana CSR BRK Syariah sekitar Rp124,9 juta. Dana itu digunakan untuk pembangunan, pengadaan peralatan, furnitur, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

"Pembangunan Selaso Cafe didukung dari program CSR BRK Syariah sekitar lebih kurang Rp124,9 juta. Itu sudah untuk pembangunan, pengadaan peralatan, furnitur, dan fasilitas pendukung lainnya. Kita berharap ini dapat memajukan UMKM yang ada di daerah. Karena sesuai juga dengan visi misi kami, memajukan pelaku UMKM untuk mencapai kemaslahatan umat," ujar Marwan.

Ia menambahkan, penggunaan sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga diwajibkan dalam transaksi di Selaso Cafe. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi nontunai sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital di tengah masyarakat.

Secara pengelolaan, Selaso Cafe selanjutnya menjadi aset Pemerintah Kabupaten Siak. Adapun operasional hariannya dipercayakan kepada pemilik Corner Cafe melalui mekanisme sewa yang ditetapkan pemerintah daerah. Hasil sewa tersebut nantinya menjadi penerimaan daerah yang disetorkan melalui Kas Daerah (Kasda).

Berlokasi tidak jauh dari ruang kerja Bupati Siak, tepat di sebelah Media Center Siak, Selaso Cafe beroperasi pada hari kerja, Senin hingga Kamis, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Kehadirannya membawa harapan bahwa aset daerah tidak hanya menjadi bangunan yang berdiri megah, tetapi juga dapat menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat.

Sebab, terkadang kedekatan antara pemimpin dan rakyat tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat atau meja audiensi. Bisa juga berawal dari tempat sederhana, ketika masyarakat diberi ruang untuk duduk, menunggu, dan merasa diterima di rumah pemerintahan mereka sendiri.(Lin)