Menu

Cukup Lakukan 4 Hal Ini, Wanita Dijamin Masuk Surga dari Pintu Mana Saja

Satria Utama 31 Jan 2019, 10:34
ilustrasi
ilustrasi

RIAU24.COM -  Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadistnya pernah menjelaskan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Hal ini tentu menjadi salah satu berita yang menakutkan mengingat siksa dan azab neraka begitu pedih.

Meski demikian, sesungguhnya untuk masuk ke dalam surga bukanlah hal yang sangat sulit bagi kaum wanita, asal mau dan bersungguh-sungguh untuk melakukan empat kunci masuk surga.

Rasulullah shallaallaahu ‘alaihi wa sallam telah merangkum kunci surga muslimah dalam empat perkara. ‘Abdurrahman bin Auf berkata, “Rasulullah shallaallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan’.” (HR. Ahmad, hadits hasan lighairihi)


1.Menjaga Shalat Wajib

Hendaknya kaum muslimin khususnya seorang wanita, menjaga shalat lima waktu. Shalat adalah ibadah teragung, merupakan satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan ‘tidak mampu’. Shalat wajib dikerjakan dalam keadaan apa pun. Bahkan dalam sebuah hadits, shalat dikatakan sebagai pembatas antara seseorang dengan kekafiran.

Sebaiknya seseorang tidak meremehkan dan menunda-nunda melaksanakan shalat. Jangan biarkan ibadah shalat terlalaikan karena kesibukan hidup, bekerja, memasak, mengurusi rumah tangga, mengurusi anak-anak dan suami, serta sibuk dengan kegiatan lainnya.

 
2. Berpuasa

Seorang muslimah juga harus memperhatikan perkara qadha’ puasa Ramadhan di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan sehingga tidak mungkin berpuasa secara penuh. Jangan sampai Ramadhan berikutnya hadir sementara dia belum melunasi hutang puasanya.

Perkara meng-qadha’ puasa di hari lain ini sering terlupakan atau terabaikan karena kesibukan hidup. Padahal ia adalah hutang yang jika tidak dibayar maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa di bulannya. Selanjutnya muslimah tersebut gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci masuk surga. Bersikap hati-hati dengan menyegerakan qadha’ adalah sikap bijak karena penundaan terkadang merepotkan dan menyulitkan.


3. Patuh pada Suami

Patuh kepada suami merupakan ladang ibadah yang besar dan luas bagi seorang muslimah setelah penghambaannya kepada Rabbnya.

Allah Ta‘ala berfirman (artinya) “Kaum lelaki itu adalah pemimpin-pemimpin atas kaum wanita -isteri-isterinya-, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka dari yang lainnya, juga karena kaum lelaki itu telah menafkahkan dari sebagian hartanya. Oleh sebab itu kaum wanita yang shalihah ialah yang taat serta menjaga dirinya di waktu ketiadaan suaminya…” (An-Nisaa’: 34).

Di antara sifat istri shalihah adalah menghormati suaminya, mengetahui kedudukan, serta hak dan kewajiban sebagai istri. Di antara hak suami terhadap istri adalah, mendapatkan mengontrol rumah dan keluarga, tidak boleh mengizinkan seorang pun masuk ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya, tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya, serta menjaga agama dan kehormatan suaminya.

 
4. Menjaga Kehormatan

Menjaga kehormatan berarti membentengi diri dari perkara-perkara yang mencoreng dan merusak kehormatan, yang menodai dan menggugurkan kemuliaan. Hal itu dapat diperoleh dengan tetap bersikap dan bertingkah laku dalam koridor tatanan syari’at yang suci lagi luhur.

Hendaknya seorang muslimah menimbang dan mengukur setiap seruan dan ajakan dengan timbangan dan ukuran syar’i yang baku dan menyeluruh dalam setiap aktivitasnya. Hal ini agar dia selamat dan tidak terjerumus ke dalam perkara-perkara yang merusak kemuliaan dan kehormatannya.***

 
R24/bara