Menu

Tak Banyak Yang Tahu, Inilah 4 Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadhan

Riko 25 May 2019, 10:09
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Di bulan yang istimewa yaitu Ramadhan, ada tiga waktu istimewa untuk memanjatkan doa. Di waktu-waktu itu, setiap doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Berikut empat waktu mustajab di bulan Ramadhan. 

1. Saat Berpuasa

Seseorang yang berpuasa memiliki waktu mustajab dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama ia berpuasa, maka itulah waktu dikabulkannya doa. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, nabiyullah bersabda,

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad).

Imam Nawawi menjelaskan bahwasanya disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa sepanjang waktu puasanya. Doa yang dipanjatkan hendaknya perihal kebaikan di akhirat dan di dunia, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang yang dicintai.

“Boleh juga berdoa untuk hajat yang ia inginkan, dan jangan lupakan doa kebaikan untuk kaum muslimin secara umum,” jelas sang imam.

2. Saat Sahur

Sebagaimana mustajabnya waktu sepertiga malam, begitu pula dengan waktu sahur. Mengingat bahwasanya sahur dilaksanakan tepat di sepertiga malam terakhir. Terkabulnya doa di waktu sahur pun masuk dalam keumuman hadits keutamaan malam yang terakhir.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, ‘Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni’.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Allah juga berfirman dalam Al Qur’an Al Karim, “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.” (QS. Adz Dzariyat: 18).

3. Saat Malam Lailatul Qadr

Di malam turunnya Al Qur’an, yakni malam Lailatul Qadr, panjatkanlah hajat karena saat itulah waktu mustajabnya doa. Inilah waktu yang lebih utama dari seribu bulan. Seperti yang Allah firmankan, “Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan.” (QS. Al Qadr: 3).

Terdapat doa khusus yang diajarkan nabi saat malam Lailatul Qadr. Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah; Jika saja ada hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar, apa doa yang mesti kuucapkan?”

Rasulullah menjawab, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Berdoa termasuk dalam upaya memperbanyak amalan di malam Lailatul Qadr. Dibolehkan pula memanjatkan doa selain yang diajarkan nabi. Namun doa yang dianjurkan Rasulullah tentu lebih utama.

4. Saat Berbuka

Dalam riwayat lain, Rasulullah menyebutkan bahwa waktu mustajabnya doa yakni saat orang yang berpuasa sedang berbuka. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak; Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Di dalam Al Qur’an, terdapat sebuah ayat yang membahas umum perihal doa. Namun menurut Ibnu Katsir, ayat tersebut turun di antara penyebutan hukum puasa. Berikut bunyi ayatnya, Rabb Ta’ala berfirman,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya memaparkan bahwa perihal doa dalam ayat tersebut menunjukkan anjuran untuk memperbanyak doa. “(Adanya) anjuran memperbanyak doa ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak doa di setiap kali berbuka puasa.”

 

Sumber: Muslimahdaily