Menu

Erick Thohir Wacanakan Ekspor Suster ke Jepang, Ini Pernyataannya

Ryan Edi Saputra 10 Jan 2020, 16:36
Menteri BUMN, Erick Thohir
Menteri BUMN, Erick Thohir

RIAU24.COM - JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin terus mengirim kembali tenaga perawat Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Salah satu negara yang masih disasar yaitu Jepang.

“Dengan kebutuhan 350 ribu, mereka bisa jadi partner kita, bisa nggak tenaga kerja kita dipergunakan,” kata dia setelah bertemu pada duta besar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020 melansir tempo.co

Untuk semakin menggenjot pengiriman tenaga perawat ini, Erick Thohir ingin terlebih dahulu mengkonsolidasikan rumah sakit yang tergabung dalam holding. Holding ini telah dibentuk sejak Maret 2017 di masa Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno. Setelah holding dibentuk, kini Erick Thohir juga bersiap untuk merealisasikan Innitial Public Offering (IPO)

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan, Buruh, dan Kesejahteraan Jepang telah menjelaskan, Jepang menghadapi kekurangan sekitar 270 ribu perawat pada tahun 2025. Menurut laporan The Japan Times, 22 Oktober 2019, Kekurangan tenaga perawat terparah terjadi di kawasan perkotaan.

Pengiriman tenaga perawat ke Jepang ini bukanlah kali pertama. Juni 2019, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta melepas keberangkatan 329 tenaga medis dan perawat lansia yang akan bekerja di beberapa wilayah di Jepang. Perawat yang diberangkatkan ini merupakan gelombang ke-11 dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia.

Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI atau BNP2TKI saat itu, Teguh Hendro Cahyono, mengatakan pengiriman tenaga perawat ini berada dalam koridor kerja sama kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang. Kerja sama ini dibuka sejak 2008. 

Halaman: 12Lihat Semua