Menu

Wow Jadi Viral, Satpol PP di Kota Ini Pamer Sepeda Seharga Puluhan Juta, Begini Faktanya

Siswandi 9 Jul 2020, 11:43
Sejumlah anggota Satpol PP Makassar mejeng dengan sepeda Brompton dan akhirnya viral di media sosial. Foto: int
Sejumlah anggota Satpol PP Makassar mejeng dengan sepeda Brompton dan akhirnya viral di media sosial. Foto: int

RIAU24.COM -  Sejumlah anggota Satpol PP di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendadak jadi viral di media sosial. Hal itu setelah beredar foto yang memperlihatkan mereka tengah mejeng dan mengendarai sepeda mahal merek Brompton, di kawasan Pantai Losari. 

Sontak saja, foto tersebut mengundang cibiran dari netizen. Untuk diketahui, harga sepeda ini memang tak main-main, karena untuk setiap unit bisa mencapai Rp90 juta. Pertanyaannya, dari mana sepeda-sepeda mahal itu? 

Menanggapi foto yang telah terlanjur viral itu, Kabid Penegakan Hukum Satpol PP Makassar, Irwan P, membenarkan memang anggotanya yang memakai sepeda Brompton tersebut. Menurutnya, momen itu terjadi sekitar tahun lalu. 

Namun ia menegaskan, sepeda mahal itu bukanlah milik Satpol PP Makassar. Sebabm personelnya tidak pernah dibekali sepeda dalam berpatroli. Apalagi dengan sepeda mahal seperti Brompton tersebut. Selama ini, pihaknya hanya punya mobil patroli sebagaimana yang biasa disaksikan masyarakat Kota Makassar.

"Bukan milik Satpol PP, itu sepeda pajangan yang dijaga anggota. Jadi itu milik komunitas, cuma dia parkir di anjungan. Satpol PP yang jaga," ungkapnya kepada detik, Rabu (8/7/2020) kemarin.

Hal senada diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Makassar Imam Hud. "Pertanyaannya mana sempat, logikanya di mana? Saya orang paling care yang namanya rasa keadilan, ngapain anggota saya pakai Brompton seperti itu harganya puluhan juta, mending untuk operasional anggota saya," lontarnya. 

Diterangkannya, momen yang terekam dalam video dan foto itu terjadi ketika Iqbal Suhaeb baru saja menjabat Pj Wali Kota Makassar.

"Jadi itu peristiwanya, itu kejadiannya tahun lalu, pada saat Pak Iqbal Suhaeb menjadi Pj Wali Kota," terangnya. 

Ketika itu, tuturnya, saat itu ada sejumlah anggota komunitas sepeda di sekitar rumah jabatan Wali Kota saat Iqbal Suhaeb menjabat.

"Mungkin pada saat itu, kata anggota saya, tiba-tiba mereka disuruh pakai sepeda tersebut, kemudian difoto oleh salah satu komunitas, mungkin share-lah di Instagram sehingga booming seperti itu," ujarnya lagi. 

Imam mengaku tidak suka dan tidak ingin pihaknya dianggap bermewah-mewah. "Cuma kan saya itu, nggak sukanya, itu kesannya kami itu tidak merasakan susahnya hidup gitu loh, terlalu mewah. Artinya, jangan kesannya dipikir kami bermewah-mewahan," tutupnya. ***