Nekat, Pria Ini Menggunakan Ular Sebagai Topeng Wajah

Rabu, 16 September 2020 | 14:49 WIB
Nekat, Pria Ini Menggunakan Ular Sebagai Topeng Wajah Nekat, Pria Ini Menggunakan Ular Sebagai Topeng Wajah

RIAU24.COM - Pemilik bus angkutan umum di barat laut Inggris pada hari Selasa mengklarifikasi aturan tentang penutup wajah setelah seorang penumpang bus terlihat dengan ular di leher dan mulutnya. Komuter itu terlihat di bus menuju Manchester pada hari Senin tetapi sesama penumpang awalnya percaya dia mengenakan penutup wajah yang berwarna-warni, Manchester Evening News melaporkan.

"Awalnya saya pikir dia memakai topeng yang benar-benar funky, lalu dia membiarkannya merangkak di sekitar pegangan tangan," kata seorang saksi mata.

"Tidak ada yang benar-benar merasa terganggu di dalam bus tetapi seorang pria di belakang merekam video. Benar-benar menghibur."

Baca Juga: Meski Diserang Secara Brutal Oleh Israel, Palestina Berubah Jadi Negara Bertanah Subur Seperti Indonesia

Foto-foto pria itu, mengenakan kaos putih dan celana jins, menunjukkan seekor ular piton yang melingkari leher dan wajahnya, tetapi dia tidak mengenakan topeng seperti yang diminta di bawahnya. Penggunaan penutup wajah adalah wajib dalam transportasi umum di Inggris, untuk mencegah penyebaran langsung dari virus corona.

Beberapa pengecualian diperbolehkan, seperti orang dengan kondisi kesehatan atau anak kecil. Juru bicara Transport for Greater Manchester mengatakan pedoman pemerintah menetapkan penutup wajah bisa berupa masker bedah, syal atau bandana.

“Meskipun ada sedikit penafsiran yang dapat diterapkan untuk ini, kami tidak percaya itu meluas ke penggunaan kulit ular, terutama bila masih menempel pada ular,” tambahnya.

Pemerintah Inggris awalnya menolak penggunaan masker wajah di ruang terbatas seperti toko sebagai tindakan pencegahan terhadap virus tetapi mengubah kebijakannya karena jumlah kasus meningkat. Langkah tersebut memicu beberapa oposisi tetapi tidak pada tingkat yang sama seperti di Amerika Serikat.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...