WHO Memperingatkan Amerika Latin Karena Terlalu Cepat Membuka Kembali Sektor Ekonominya di Tengah Risiko COVID-19

Kamis, 17 September 2020 | 14:55 WIB
WHO Memperingatkan Amerika Latin Karena Terlalu Cepat Membuka Kembali Sektor Ekonominya di Tengah Risiko COVID-19 WHO Memperingatkan Amerika Latin Karena Terlalu Cepat Membuka Kembali Sektor Ekonominya di Tengah Risiko COVID-19

RIAU24.COM -  Amerika Latin telah mulai melanjutkan kehidupan sosial dan publik yang normal pada saat pandemi COVID-19 masih membutuhkan intervensi pengendalian besar, Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia Carissa Etienne mengatakan pada hari Rabu.

Kasus virus korona di daerah perbatasan Kolombia dengan Venezuela telah meningkat sepuluh kali lipat dalam dua minggu terakhir, kata Etienne dalam pengarahan virtual dari Washington dengan direktur Organisasi Kesehatan Pan Amerika lainnya.

Baca Juga: Meski Diserang Secara Brutal Oleh Israel, Palestina Berubah Jadi Negara Bertanah Subur Seperti Indonesia

Tingkat kematian meningkat di beberapa bagian Meksiko, dan tren serupa terlihat di Ekuador, Kosta Rika dan Bolivia, dengan pola serupa juga muncul di daerah Argentina, katanya.

"Meskipun seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan alat baru untuk mencegah dan menyembuhkan COVID-19, vaksin yang aman dan efektif yang dapat diproduksi dan dikirimkan dalam skala besar masih belum tersedia," kata Etienne.

"Kita harus jelas bahwa membuka diri terlalu dini memberi virus ini lebih banyak ruang untuk menyebar dan menempatkan populasi kita pada risiko yang lebih besar. Tidak perlu mencari lebih jauh dari Eropa," katanya.

Baca Juga: Seorang Perwira Polisi Diketahui Punya Kekayaan Rp141,9 Miliar, Dugaan Hasil Korupsi dan Ilegal

Etienne mengatakan pemerintah harus memantau perjalanan dengan sangat hati-hati karena membuka kembali pariwisata dapat menyebabkan kemunduran. Itu telah terjadi di Karibia, di mana beberapa negara yang hampir tidak memiliki kasus mengalami lonjakan ketika pariwisata dilanjutkan.

Menurut penghitungan Reuters, Amerika Latin telah mencatat sekitar 8,4 juta kasus virus korona, dan lebih dari 314.000 kematian, keduanya merupakan angka tertinggi di wilayah mana pun.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...