Menu

Berburu Bug, Cara Hacker Dapatkan Uang Halal di Masa Pandemi

Azhar 11 Mar 2021, 17:55
Ilustrasi hacker. Foto; Avast
Ilustrasi hacker. Foto; Avast

RIAU24.COM -   Tak selamanya peretas atau hacker itu jahat. Beberapa dari mereka bahkan turut membantu mencari kelemahan sebuah perusahaan yang memiliki perangkat lunak.

Caranya, para hacker melaporkan galat atau bug melalui salah satu sistem pelapor yang disebut HackerOne dikutip dari okezone.com, Kamis, 11 Maret 2021.

Setelah mereka melaporkannya, tak berapa lama mereka bakal mendapatkan imbalan.

Ada 9 hacker yang disebut-sebut memiliki pendapatan fantastis dari pekerjaan halal ini.

Salah satu hacker yang tak diketahui namanya berhasil mendapatkan USD1 juta atau setara dengan Rp14,4 miliar setelah melaporkan temuan mereka ke organisasi terdampak.

Sementara hacker asal Romania, yang baru saja mulai berburu bug selama dua tahun lalu, menyaksikan pendapatan totalnya sejauh ini mencapai USD2 juta.

Sementara hacker berpenghasilan terbesar di Inggris mendapat USD370.000 atau setara dengan Rp5,3 miliar.

Apa lagi ditengah kondisi pandemi saat ini. membuat banyak hacker terlibat bekerja paruh-waktu dan berbasis di puluhan negara berbeda.

Wilayah itu seperti Amerika Serikat, Argentina, China, India, Nigeria, dan Mesir.