Menu

Kelanjutan Kasus Robert Aaron Long, Pria Atlanta yang Bunuh Enam Perempuan Keturunan Asia di Panti Pijat, Diduga Kecanduan Seks

Amerita 18 Mar 2021, 14:34
google
google

RIAU24.COM -  Robert Aaron Long (21) dihukum atas tiga dakwaan setelah membunuh delapan orang di tiga tempat Spa berbeda di daerah Atlanta pada Selasa (16/3).

Kini Robert Aaron telah berada di pusat rehabilitasi karena kecanduan seksualnya.

Penembakan yang dilakukan Robert Aaron Long menewaskan enam wanita dan dua pria di tiga Spa berbeda. Keenam korban wanita merupakan keturunan Asia.

Bekas teman serumah Robert Aaron Long, Tyler Bayless mendukung klaim bahwa kecanduan seks adalah motif dari serangan yang dilakukan Robert.

Fakta bahwa kejahatan terhadap orang Asia-Amerika telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir membuat publik berspekulasi bahwa serangan yang dilakukan Robert dengan jelas menargetkan bisnis Asia-Amerika dalam aksi penembakannya.

Menurut Tyler, Robert sangat religius, namun ia tidak bisa mengendalikan keinginannya untuk mengunjungi panti-panti pijat dan melakukan hubungan seksual. Hal ini juga memicu Robert mengalami depresi berat.

Tyler juga mengungkapkan bahwa teman sekamarnya itu sering kambuh, lalu menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdoa dan memohon ampunan. 

Dalam sesi terapi mingguannya, Robert akan mengakui kesalahannya dan menyatakan betapa dirinya merasa bersalah atas perbuatannya.

Bekas teman serumah Robert lainnya, Bronson Lillemon mengatakan bahwa kemungkinan besar panti pijat yang diserang Robert adalah panti pijat yang kerap didatanginya.

"Dia sangat merasa bersalah, dan sangat malu. Saya tidak tahu persis panti pijat mana yang dia datangi, tetapi saya berasumsi bahwa yang diserangnya adalah yang kerap ia datangi," ujarnya.

Baik Bronson dan Tyler sepakat bahwa mereka tidak pernah mendengar Robert menggunakan kata-kata rasis atau bertindak rasis bahkan meremehkan orang berkulit hitam.

Keduanya juga mengungkapkan bahwa Robert sangat jarang menghabiskan waktu di Internet, bahkan Robert tidak menggunakan smartphone.

"Dia bahkan tidak punya smartphone," kata Tyler.