Menu

Sempat Viral di Sosial Media, Shopee Bantah Tuduhan Penindasan Kurir dan Pemberian Upah Rendah

Devi 14 Apr 2021, 11:28
Foto : Tempo
Foto : Tempo

RIAU24.COM -  Perusahaan teknologi multinasional yang berfokus pada e-commerce, Shopee International Indonesia, menanggapi berita yang beredar yang menyatakan perusahaan telah menetapkan upah rendah untuk kurirnya. Berita tersebut menjadi viral di Twitter disertai dengan tagar 'shopee tindas kurir' (shopee menindas kurirnya).

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja mengklaim perusahaan memberikan insentif kompetitif untuk mitra Shopee Express (SPX) - istilah umum yang digunakan perusahaan teknologi untuk kurir pihak ketiga - dibandingkan dengan perusahaan logistik serupa.

Jahja menjelaskan kurir SPX yang mengirimkan 80 paket ke seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) dapat menerima insentif rata-rata hingga Rp2.213 per paket.

"Sebagai gambaran, rata-rata upah per paket di pasar sekitar Rp1.700 dan Rp2.000 oleh perusahaan logistik lainnya," tulis eksekutif Shopee Indonesia dalam keterangannya, Selasa, 13 April.

Dia menegaskan, skema insentif yang diterapkan perseroan mengikuti regulasi yang ada di masing-masing daerah. Disebut juga bahwa harga pasar sebagai titik pertemuan antara permintaan pengguna dan mitra atau kurir Shopee Express.

Tag 'Shopee menindas kurir' menyebar dengan cepat di Twitter pada Minggu malam yang muncul setelah rumor bahwa kurirnya mogok karena masalah pembayaran gaji, sehingga diduga menyebabkan keterlambatan dalam layanan pengiriman. Namun, Jahja membantah dan mengklaim kurirnya tidak mogok.

Halaman: Lihat Semua