Makanan Pedas Ternyata Dapat Menurunkan Berat Badan, Tetapi Jangan Sampai Berlebihan Mengonsumsinya

Rabu, 04 Mei 2022 | 21:40 WIB
google google

RIAU24.COM -  Bagi kamu pecinta masakan pedas yang ingin menurunkan berat badan, maka kamu cukup beruntung. Selain enak, sajian favorit ini dapat membantumu mencapai berat badan ideal yang diinginkan. Tapi, bagaimana caranya?

Bagi sebagian orang, makanan pedas kerap dijauhi karena memberi sensasi panas di lidah dan perut saat disantap. Padahal selama tak dikonsumsi berlebihan, sajian ini menyimpan banyak manfaat sehat, mulai dari membantu menurunkan tekanan darah, melancarkan pencernaan, hingga membantu menurunkan berat badan.

Orang Indonesia banyak yang menyukai makanan pedas. Makanan dengan citarasa pedas merupakan salah satu favorit penyuka kuliner. Rasanya makan belum lengkap tanpa ada sambal atau cabai.

Baca Juga: Tahukah Anda, Gurita Akan Menyiksa Dan Membunuh Dirinya Sendiri Setelah Kawin, Inilah Alasannya

Zat capsaicin pada cabai menghasilkan rasa pedas dan panas yang diklaim mengurangi lemak tubuh. Hal itu memang masuk akal, karena saat mengonsumsi makanan pedas, tubuh kita mengeluarkan keringat.

Sehingga, racun-racun yang berada dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui keringat.

Jumlah keringatnya cukup banyak, mirip seperti orang yang selesai berolahraga. Namun, tahukah Anda apakah makanan pedas benar-benar membantu memangkas berat badan?

Baca Juga: Pertama di Dunia, Perusahaan di London Ini Akan Membayar Gaji Karyawan Dalam Bentuk Emas

Studi menunjukkan cabai bisa membantu mengekang keinginan makan dan mempercepat metabolisme. Dalam studi tahun 2011, peneliti dari Purdue University menemukan orang lebih mudah merasa kenyang setelah makan makanan pedas. Studi sebelumnya menunjukkan kecendrungan orang untuk makan lebih sedikit setelah makan sajian dengan banyak cabai.

Pakar diet senior yang juga professor dari Fielding School of Public Health di UCLA, Dana Hunnes juga menambahkan rasa pedas membuat Anda mengunyah makanan lebih lambat. “Bila Anda makan lebih lambat, Anda bisa lebih mudah menangkap sinyal kenyang dari tubuh,” jelasnya.

PenulisR24/riz


Loading...

Loading...