Ini Cara Antisipasi Isu Hoaks di Pemilu 2024
Surat suara. Sumber: Kompas.com
"Kita semua tahu bahwa pemilih-pemilih kita masih tradisional emosional cukup dominan, sehingga kerja kita untuk mendorong perdebatan di sosial media agar kemudian berbasis data dan program ini menjadi penting," ungkapnya.
Ketiga, mendorong media untuk memberi ruang yang lebih besar untuk mengcover berita program kampanye programatik.
Keempat, mendorong politik substantif dan politik cerdas bermartabat berintegritas di dalam sosial media.
Baca juga: Pengakuan Guru Besar Ini Punya Bukti Jika Pemerintahan Jokowi Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia
"Selayaknya kita elu-elukan di dalam media sosial kita," tegasnya.
Dan yang kelima, menguatkan regulasi pengawasan dan penegakkan hukum yang kuat terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang disinyalir menyebar isu hoaks di sosial media dan melakukan politik indentitas serta kampanye hitam.