Menu

Wajib Tahu! Inilah Konsep Work Life Balance dan Cara Mengaturnya

Hilda Sari Wardhani 3 Jul 2022, 13:53
ilustrasi/ work life balance adalah kemampuan seseorang dalam bertanggung jawab mengatur waktu kerja dan kehidupan pribadi dalam kehidupan sehari-hari/net
ilustrasi/ work life balance adalah kemampuan seseorang dalam bertanggung jawab mengatur waktu kerja dan kehidupan pribadi dalam kehidupan sehari-hari/net

RIAU24.COM - Usia kerja 22-35 tahun selalu dibarengi dengan aktivitas lain yang menjadikan golongan pada usia tersebut sangat terlihat sibuk.

Dalam rentang usia produktif tersebut dibutuhkan keseimbangan bekerja dan kehidupan sehari-hari yang biasanya disebut work life balance.

Work life balance datang dari bahasa inggris yang bila diartikan secara terpisah adalah work berarti pekerjaan, life artinya kehidupan, dan balance adalah keseimbangan.

Adanya pengetahuan work life balance merupakan salah satu elemen penting seseorang untuk mengontrol stress dan produktivitas sehari-hari.

Biasanya, kebiasaan work life balance sangat lekat dengan pegawai kantoran yang membagi dua waktunya dalam sehari berada di kantor dan di luar kantor.

Dampak seseorang berhasil melakukan work life balance akan menjadi lebih bahagia.

Pasalnya, terlalu lama bekerja juga akan mengakibatkan kelelahan fisik serta mental seseorang. Hal tersebut jika berlangsung selama terus menerus akan menjadikan seseorang kurang fokus dan sering membuat kesalahan.

Dalam hal ini adanya kehidupan perlu diimbangi, adapun kegiatan hidup yang harus ada seperti, olahraga, melakukan pertemuan teman, memiliki waktu bersama keluarga ataupun memilih untuk beristirahat sendiri, menjauh dari kerjaan dan orang-orang sekitar.

Meski kehidupan sehari harus ada untuk menyeimbangkan, tetapi dalam work life balance tetap mengedepankan kemampuan seseorang dalam bertanggung jawab dalam pekerjaan maupun hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fase ini akan dirasakan oleh orang-orang usia kerja yang telah mengenal dan dapat mengontrol waktu penting dalam hidupnya.

Demi mencapai work life balance, seseorang harus memiliki skala prioritas dalam hidupnya.

Menentukan skala prioritas ini pun harus berdasarkan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap individu yang melakukannya. Ada kalanya ketika seseorang menjadikan karir sebagai prioritas utama, namun ada pula yang menjadikan keluarga sebagai prioritas utamanya.

Tentunya, semua bisa diatasi dengan mengatur daftar apa saja yang masuk ke dalam ranah lingkup pekerjaan dan kehidupan pribadi. Disusun sedemikian rupa dan menjadi terukur dalam mencapai sebuah work life balance tersebut.*