Menu

Dampak Konsumsi Susu Sapi Pada Wanita: Menurunkan Kesuburan Hingga Nyeri Haid

Zuratul 25 Aug 2022, 09:49
Ilustrasi Susu Sapi( Suara.com)
Ilustrasi Susu Sapi( Suara.com)

RIAU24.COM - Kandungan yang terdapat pada susu sapi seperti kalsium, zat besi, seng, dan lain-lain baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Tetapi, tahukah Anda konsumsi susu sapi bisa memberikan efek yang kurang baik bagi kesehatan perempuan?

Dokter sekaligus konten kreator, dr. Ema Surya Pertiwi melalui video yang diunggah di kanal Youtube Emasuperr menjelaskan, susu sapi atau produk yang terdapat bahan tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi wanita di antaranya sebagai berikut.

Susu sapi dapat menurunkan kesuburan wanita

Dikatakan, wanita yang rutin mengonsumsi susu sapi rendah lemak dua kali dalam seminggu dapat menurunkan kesuburannya. Hal ini karena susu sapi rendah lemak rupanya dapat menurunkan infertilitas tahap ovulasi pada wanita.

Susu sapi yang rendah lemak pada dasarnya menghilangkan hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini juga membuat tersisanya hormon androgenik atau testoteron sehingga kesuburan menurun.

Namun, jika susu sapi yang dikonsumsi tinggi lemak, hal ini dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. Oleh karena itu, biasanya susu sapi tinggi lemak diberikan pada wanita yang melakukan program kehamilan.

Menyebabkan nyeri haid

Rupanya susu sapi dapat menjadi penyebab nyeri pada saat haid, khususnya yang mengandung protein kasein A1. Perlu diketahui, protein kasein A1 sendiri dapat berubah menjadi kasein morfin peptida inflamasi (BCM 7).

Sementara itu, BCM 7 sendiri merangsang inflamasi, sitokin, dan histamin sehingga timbul rasa nyeri saat menstruasi. Namun, kondisi ini juga tergantung tubuh orang tersebut. Pasalnya terdapat beberapa wanita yang toleran terhadap susu sapi sehingga tidak menyebabkan rasa nyeri saat haid.

Menimbulkan Jerawat Pada Wajah

Susu sapi mengandung kasein dan protein yang membuat tubuh menghasilkan hormon seperti insulin yaitu IGF-1. Hormon yang satu ini rupanya dapat merangsang tubuhnya jerawat pada seseorang.

Selain itu, laktosa atau gula pada susu sulit untuk dicerna usus manusia. Kesulitan mencerna laktosa itu dapat menyebabkan masalah dermatitis sehingga kulit menjadi merah dan berjerawat, serta perut kembung atau masalah lainnya.

Patah tulang

Susu sendiri biasanya identik dengan kesehatan tulang. Namun, rupanya wanita mengonsumsi susu lebih dari empat gelas per harinya dapat meningkatkan risiko patah tulang. Hal ini karena D-galaktosa dalam susu sapi dapat mengurangi penyerapan kalsium sehingga berisiko menyebabkan osteoporosis pada wanita.

Kanker

Produk susu yang mengandung gula, serta kelebihan kalsium dan protein pada susu dapat meningkatkan risiko kanker ovarium. Untuk itu, mengonsumsi susu sapi ini diharapkan tidak berlebihan demi kesehatan.

(***)