Menu

Tragis! Pria di China Minta Mantan Istri Kembalikan Duit Pesta Nikah usai Cekcok

Zuratul 3 Dec 2022, 10:24
Ilustrasi Perceraian. (Pixabay)
Ilustrasi Perceraian. (Pixabay)

RIAU24.COM - Seorang pria di China meminta kembali uang pesta pernikahan mereka kepada sang istri usai bertengkar lantaran istrinya marah terkunci di luar.

Diberitakan South China Morning Post, pria bermarga Hou itu menuntut kembali biaya pernikahan mereka senilai 140 ribu yuan atau sekitar Rp306 juta kepada istrinya, Li, sambil membentangkan spanduk protes di mobil.

Dia juga menggunakan pengeras suara untuk meminta kompensasi di depan rumah orang tua sang istri di daerah Biyang, Provinsi Henan.

Li diketahui pindah dari rumah mereka setelah bertengkar lantaran Hou tertidur kala istrinya pulang bekerja larut malam. Li marah karena saat itu terpaksa menunggu di luar rumah.

Pertengkaran rumah tangga itu pun membuat Hou menggugat cerai istrinya ke pengadilan setempat. 

Namun Pengadilan Rakyat Kabupaten Biyang itu menolak gugatan Hou setelah Li mengklaim bahwa mereka menikah dengan bahagia.

Tak putus asa, Hou pun mengajukan banding dan rencananya akan disidangkan pada bulan depan.

Pasangan itu diketahui bertemu dalam perjodohan pada 2021 lalu. Keduanya lalu memutuskan bertunangan tiga hari kemudian.

Mereka kemudian menikah dengan menggelontorkan uang yang cukup besar hingga mencapai 150 ribu yuan atau setara Rp1 miliar.

Uang pernikahan itu disebut berasal dari Hou dan orang tuanya. Uang itu merupakan hasil kerja paruh waktu 'ekstra' Li dan hasil meminjam ke kerabat.

Biaya pernikahan pasangan itu tergolong mewah menurut standar provinsi Henan. Sebab pendapatan tahunan wilayah itu rata-rata hanya 22 ribu yuan atau sekitar Rp48 juta tahun lalu.

Biaya nikah itu sendiri sudah termasuk mobil, uang tunai untuk mas kawin yang diminta oleh keluarga Li, dan beberapa hadiah pertunangan.

"Kami hanya ingin mengembalikan perhiasan yang kami beli untuknya, yang bernilai lebih dari 40.000 yuan, dan uang tunai 100.000 yuan," kata Hou.

Kisah kandasnya pernikahan pasangan itu pun viral dan memicu beragam komentar yang memanas di China. 

Sebab, biaya pernikahan yang besar, terutama di kota-kota kecil dan daerah pedesaan, menjadi beban keuangan yang semakin besar bagi banyak keluarga.

"Lebih banyak dari kasus-kasus ini harus dipublikasikan. Di Henan, harga pengantin biasanya lebih dari 100.000 yuan. Sudah biasa bagi orang tua untuk meminjam uang ketika putra mereka bertunangan," komentar seorang pengguna Weibo.

Pemerintah China sejauh ini telah memberikan arahan untuk mengubah tradisi pernikahan dan mendorong pengeluaran yang lebih hemat untuk hadiah dan resepsi pernikahan selama beberapa tahun terakhir.

Namun, terlepas dari upaya ini, biaya pernikahan di China terus mengalami peningkatan, yang seringkali menelan hingga ratusan ribu yuan.

(*)