Menu

Soal Perppu Cipta Kerja, PAN Soroti Aspek Kegentingan Penerbitan: Apa Betul Seperti Itu?

Amastya 3 Jan 2023, 10:05
PAN soroti kegentingan dari penerbitan Perppu Cipta Kerja /
PAN soroti kegentingan dari penerbitan Perppu Cipta Kerja /

RIAU24.COM - Saleh Partaonan Daulay selaku Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR mempertanyakan aspek kegentingan dalam penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Saleh mengungkapkan pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat segenting apa situasi yang dihadapi sehingga perppu tersebut harus diterbitkan.

"Apakah betul bahwa resesi ekonomi global bisa dijadikan sebagai pertimbangan. Pertimbangan untuk menyebutkan adanya kegentingan yang memaksa," kata Saleh Daulay, Senin (2/1/2023) dikutip sindonews.com.

Saleh menyebutkan karena yang menerbitkan Perppu pemerintah, yang berhak menjelaskan soal kegentingannya adalah pemerintah.

DPR dan masyarakat adalah bagian yang ikut untuk menilai soal kegentingan tersebut.

"Masalahnya, aspek kegentingan itu kan belum dijelaskan secara rinci. Mungkin masih ada aspek-aspek lainnya. Kita tunggu saja penjelasan yang mungkin akan disampaikan pemerintah dalam waktu dekat ini," ucap Saleh.

Kemudian, Saleh juga mengaku telah mendengar perppu ini juga dikeluarkan untuk menggugurkan keputusan MK yang mengatakan bahwa UU Cipta Kerja itu inkonstitusional bersyarat.

"Apa betul seperti itu? Apa benar dengan keluarnya perppu ini, status inkonstitusional bersyarat jadi hilang? Ini pun pemerintah yang mestinya menjelaskan," kata Saleh.

Saleh juga melihat dan menegaskan bahwa setiap produk Perppu, tentu perlu mendapat persetujuan DPR. Untuk itu, perlu ada kajian. Masing-masing partai kata Saleh akan membahas dan memberikan pandangannya.

"Pada akhirnya, DPR secara kelembagaan akan menyatakan pendapat menerima atau menolak. Jika menerima, berarti berlaku, jika menolak berarti tidak berlaku. Dalam posisi ini, DPR tidak berhak menambahi dan mengurangi subtansi dan isi perppu tersebut. Fraksi PAN akan membahas dan mempelajari ini secara baik agar menghasilkan keputusan terbaik pula," tutupnya.

(***)