Menu

Kenali Penyakit Palpitasi Jantung yang Bisa Dialami Oleh Semua Usia

Hilda Sari Wardhani 7 Jan 2023, 15:30
Palpitasi jantung memang tidak bahaya namun perlu diwaspadai karena muncul secara mendadak/net
Palpitasi jantung memang tidak bahaya namun perlu diwaspadai karena muncul secara mendadak/net

RIAU24.COM - Palpitasi jantung merupakan penyakit yang diderita manusia semua kalangan dengan gejala ketika jantung berdegup dengan kencang.

Bukan hanya itu, penderita Palpitasi jantung disebut merasakan sesak pada dada, hingga area tenggorokan atau leher.

Baru-baru ini, artis Kpop Haechan NCT 127 dikabarkan mengalami palpitasi jantung dan harus beristirahat penuh agar membantu pemulihannya.

Palpitasi jantung sebenarnya bukanlah penyakit baru dan sudah jarang ditemukan. Artikel ini akan memberikan pengenalan tentang palpitasi jantung agar bisa diwaspadai. Simak yuk!

Palpitasi jantung terjadi dengan beberapa faktor sesuai dengan kondisi si penderita saat itu. Ilmu psikologis juga menambahkan seseorang yang alami Palpitasi jantung karena adanya kecemasan, depresi, ketakutan hingga serangan panic yang mendadak.

Kemudian, dalam ilmu kesehatan, gaya hidup penderita Palpitasi Jantung pun bisa menjadi faktor utama kenapa ia merasakan debaran jantung dan sesak yang tidak normal secara mendadak.

Melansir dari alodokter.com, biasanya pecandu rokok dan olahraga dengan aktivitas berat bisa memicu palpitasi jantung akan kambuh.

Adapula palpitasi jantung ini bisa muncul sebab sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan juga minuman yang mengandung kafein secara berlebih.

Untuk pencegahannya, si penderita palpitasi jantung harus memperhatikan kondisi tubuh agar selalu terdehidrasi dan memiliki kadar gula yang cukup.

Kemudian, dengan mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B12 yang dapat memperbaiki kondisi tubuh.

Selanjutnya, palpitasi jantung disebut tidak berbahaya. Namun, penderita penyakit ini harus selalu waspada dengan kondisi kesehatan tubuhnya.

Mulailah dengan menjalani gaya hidup sehat dan meninggalkan segala aktivitas atau makanan yang menjadi pemicu utama debaran jantung tersebut muncul kembali.

Sering lakukan relaksasi untuk menghindari pemicu psikologi seperti stres, ketakutan, atau depresi. Dan hindari, penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh.