Menu

WNI Terdampak Gempa Turki Ada 500 Orang, Menlu Retno: 123 Telah Dievakuasi

Amastya 14 Feb 2023, 08:44
Retno Marsudi sebut 500 orang WNI terdampak gempa Turki, 123 diantaranya telah dievakuasi /lensaindonesia.com
Retno Marsudi sebut 500 orang WNI terdampak gempa Turki, 123 diantaranya telah dievakuasi /lensaindonesia.com

RIAU24.COM - Laporan terbaru terkait Warga Negara Indonesia (WNI) terdampak gempa bumi Turki Senin pekan lalu berjumlah 500 orang.

Hal itu disampaikan oleh Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri RI dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta pada Senin (13/2/2023).

Sementara itu untuk Suriah, yang juga diguncang gempa bumi, Retno mengatakan belum ada laporan mengenai korban WNI.

"Sebanyak 123 WNI telah dievakuasi di tahap pertama, termasuk 2 warga negara Malaysia dan 1 warga negara Myanmar," ujar Retno.

"Sementara 8 orang yang terdiri dari 5 WNI dan 3 warga negara Filipina sedang dalam proses evakuasi tahap kedua," sambungnya.

Sebelumnya, dua WNI dinyatakan meninggal dunia akibat gempa bumi di Turki, yaitu seorang ibu dan anak. Keduanya sudah dimakamkan di Kahramanmaras.

Sebanyak 10 WNI mengalami luka berat dan telah dirawat di beberapa rumah sakit di Turki. KBRI Ankara telah mendistribusikan 189 paket bantuan logistik untuk WNI.

Menlu Retno mengatakan, Indonesia adalah perwakilan asing pertama yang telah mengevakuasi warganya sendiri di Turki.

"Sementara di Suriah, tidak ada WNI yang terdampak gempa. Namun tim KBRI Damaskus terus dan akan tetap melakukan pemantauan perkembangan di lapangan," tandasnya.

Sekedar informasi, pada Senin (13/2/2023) satu pesawat yang membawa 119 personel Emergency Medical Team (EMT) telah berangkat dari Indonesia menuju Turki dalam fase penyaluran bantuan tahap kedua.

Sebelumnya, bantuan kemanusiaan tahap pertama telah mendarat di Adana, Turki pada Minggu, 12 Februari.

Tahap ketiga direncanakan berangkat tanggal 18 Februari 2023, dan akan berangkat empat pesawat yang membawa 80 ton bantuan kemanusiaan tidak hanya ke Turki, tetapi juga ke Suriah.

(***)