Menu

Mengenal Alvin Bragg, Jaksa Penuntut New York yang Mencoba Kirim Donald Trump ke Penjara

Amastya 5 Apr 2023, 05:51
 Alvin Bragg, Jaksa Penuntu New York yang berusaha kirim Donald Trump ke penjara /Reuters
 Alvin Bragg, Jaksa Penuntu New York yang berusaha kirim Donald Trump ke penjara /Reuters

RIAU24.COM - Alvin Bragg, jaksa penuntut di balik dakwaan terhadap mantan presiden AS Donald Trump, menjadi sorotan sejak ia mendorong maju dengan upaya untuk mendakwa Trump. Kantor Bragg meyakinkan dewan juri New York untuk menuntut secara pidana mantan presiden, yang pertama bagi AS.

Menjelang dakwaannya, Trump mengecam Bragg, mengatakan bahwa dia harus mendakwa dirinya sendiri.

Trump didakwa pada hari Kamis dan diperkirakan akan menyerah Selasa sore.

Tuduhan terhadap Trump terkait dengan pembayaran uang tutup mulut kepada bintang porno Stormy Daniels, yang mengatakan dia dibayar selama kampanye presiden 2016 untuk tetap diam tentang hubungan seksual yang dia lakukan dengan Trump pada tahun 2006.

Trump telah menyatakan bahwa dia tidak pernah tidur dengannya dan tidak mengarahkan pembayaran semacam itu.

"Wah! Jaksa Distrik Bragg baru saja secara ilegal membocorkan berbagai poin, dan informasi lengkap, tentang Dakwaan menyedihkan terhadap saya," tulis Trump di Truth Social pada hari Senin.

 "Saya kenal reporter dan begitu, sayangnya, kan. Ini berarti bahwa dia harus segera didakwa," imbuhnya.

"Sekarang, jika dia ingin benar-benar membersihkan reputasinya, dia akan melakukan hal yang terhormat dan, sebagai Jaksa Distrik, mendakwa dirinya sendiri," tambah Trump.

Trump tidak mengatakan mengapa dia berpikir bahwa Bragg membocorkan informasi sensitif.

Siapa Alvin Bragg?

Bragg mulai menjabat pada Januari 2022 dan merupakan orang kulit hitam pertama yang terpilih sebagai Jaksa Distrik Manhattan.

Bragg menghabiskan masa kecilnya di lingkungan Harlem New York City.

Dia menyaksikan banyak kekerasan tumbuh dewasa, kadang-kadang di tangan polisi. Inilah yang memotivasi Bragg untuk belajar hukum.

Bragg berada di ujung todongan senjata enam kali tumbuh dewasa, tiga di antaranya oleh polisi.

Bragg pergi ke Harvard Law School dan setelah lulus, menjabat sebagai jaksa federal di kantor Kejaksaan AS di Manhattan. Selama berada di sana, ia biasa menangani kasus penipuan dan pencucian uang. Kemudian Bragg pindah ke kantor jaksa agung negara bagian New York. Di sini dia melakukan kencan pertamanya dengan Trump ketika dia memimpin gugatan yang memaksa yayasan Trump untuk bubar.

Pada tahun 2021, Bragg memenangkan nominasi Demokrat untuk menggantikan Cyrus Vance sebagai Jaksa Distrik Manhattan. Dia kemudian memenangkan pemilihan umum.

Tahun lalu, kantor Bragg mencetak kemenangan terbesarnya ketika Trump Organization dihukum atas tuduhan penipuan pajak 15 tahun.

Kantor Bragg, pada bulan Januari tahun ini, mulai menyajikan bukti tentang pembayaran uang tutup mulut kepada Daniels. Investigasi atas masalah ini kemudian dikenal sebagai "kasus zombie" sejak dimulai dan berhenti beberapa kali.

Bisnis real estat Trump juga berada di bawah radar tahun lalu dan Bragg dikritik dalam masalah ini karena menolak mengajukan tuntutan terhadap Trump atas malpraktik. Bragg membela langkah itu dengan mengatakan bahwa kasus itu belum siap setelah tuduhan awalnya disahkan oleh pendahulunya.

Serangan Trump terhadap Bragg

Bragg adalah seorang Demokrat, yang membuat Trump menyebut seluruh masalah ini sebagai langkah bermotif politik.

Dia telah menyerang Bragg di media sosial dan laporan menunjukkan bahwa dia telah mengatakan kepada penasihat dan rekan bahwa dia akan meningkatkan serangan terhadap jaksa Manhattan.

Surat dakwaan masih disegel dan tidak diketahui tuduhan apa yang dihadapi Trump. Namun menurut NBC News, Trump menghadapi sekitar 30 dakwaan atas penipuan dokumen terkait dengan pembayaran uang tutup mulut.

(***)