Menu

KPU Riau: Pemberian Penghargaan e-Coklit Kepada KPU se Riau Sudah Terukur

Riko 7 Apr 2023, 17:45
Abdul Rahman
Abdul Rahman

RIAU24.COM - Anggota KPU Provinsi Riau, Koordinator Divisi Perencanaan dan Data, Abdul Rahman SE menegaskan, penghargaan _e-Coklit_ yang diberikan KPU Provinsi Riau kepada KPU Kota Pekanbaru bersama KPU kabupaten/kota lainnya dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Penghargaan ini diberikan berdasarkan kecepatan KPU kabupaten/kota dalam menginput semua data-data Coklit-nya ke dalam aplikasi _e-Coklit_," tegas Abdul Rahman, Jumat (7/4).

zxc1 
 
Hal ini disampaikan Abdul Rahman untuk meluruskan terkait pernyataan Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru, Indra Khalid Nasution yang mengaitkan adanya laporan 100 persen _e-Coklit_ yang sudah dilaporkan KPU Kota Pekanbaru, dan sementara masih ditemukan beberapa warga yang belum ter-Coklit serta  ditemukan banyaknya data pemilih yang TMS sebagai kebohongan publik.

Dijelaskan Abdul Rahman, penghargaan _e-Coklit_ oleh KPU Provinsi Riau diberikan bersamaan Rakor Persiapan Penyusunan DPHP yang diselenggarakan pada tanggal 16 Maret 2023 di Aula KPU Provinsi Riau. 

Berkenaan penghargaan yang diberikan KPU Riau kepada KPU Kabupaten/kota toersebut sebagai bentuk apresiasi dan menghargai kerja-kerja _e-Coklit._ 

"Maka syarat primer-nya adalah unggah ke _e-Coklit_ harus mencapai 100 persen jumlah Pemilih dalam DP4," tambah mantan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau wilayah Jambi ini.

Jika setelah melihat kualitas unggah secara sederhana diaplikasi dan terjadi nilai yang sama maka penentuan urutan berikutnya menggunakan syarat sekunder yakni mempertimbangkan jumlah DP4. 

Dalam hal ini kata Rahman KPU Provinsi Riau memberikan penghargaan percepatan penggunaan _e-Coklit_ kepada 5 KPU kabupaten/kota yang mampu menyelesaikan unggah 100 persen coklit DP4 ke _e-Coklit._ Kelima KPU Kabupaten/kota tersebut adalah: Terbaik 1 Kota Dumai; Terbaik 2 Kota Pekanbaru; Terbaik 3 Kabupaten Kepulauan Meranti; Terbaik 4 Kabupaten Kuantan Singingi; dan Terbaik 5 Kabupaten Rokan Hilir.

Kota Dumai Terbaik 1 karena data unggahnya sinkron 100 persen DP4. Sedangkan Pekanbaru dan Kepulauan Meranti memiliki nilai yang sama di mana terdapat satu jenis data pemilih yang tidak sinkron, namun jumlah DP4 Kota  Pekanbaru jauh lebih banyak dari Kepulauan Meranti sehingga dianggap kerjanya lebih berat dan sulit. 

Dengan pertimbangan ini KPU Pekanbaru mendapatkan posisi Terbaik 2 dan Kepulauan Meranti Terbaik 3. 
Secara singkat, untuk mendapatkan penghargaan maka terlebih dahulu unggah hasil coklit ke _e-coklit_ harus mencapai 100 persen DP4 yang diterima. 

"Kualitas data hanya dilihat secara sederhana apakah jumlah unggah sinkron dengan jumlah DP4 atau terdapat selisih di jenis pemilihnya. Pada tahap berikutnya hanya memperhatikan tingkat kesulitan seperti jumlah pemilih terbanyak," papar Rahaman secara serius

Lebih lanjut dijelaskan Abdul Rahman, bahwa _e-Coklit_ ini merupakan aplikasi resmi dari KPU RI untuk mendigitalisasi data-data coklit. Semua Pantarlih diwajibkan untuk memiliki akun login ke aplikasi. Dalam evaluasi Coklit Pantarlih, KPU RI melihat progres _e-Coklit_ yang terintegrasi dengan sistem di Pusdatin KPU RI. 

Kondisi kata Rahman  membuat semua provinsi dan kabupaten/kota harus menginput hasil coklit ke _e-Coklit._ 

"Hasil Input data ke _e-Coklit_ yang dilihat terlebih dahulu adalah jumlah unggah baru setelahnya kualitas data. Kualitas data dapat dicermati dan disaring setelah tahap download hasil e-Coklit untuk dijadikan bahan Input ke Sidalih," papar Rahman.

Namun kata Rahman, data coklit yang bersih akan lebih memudahkan dalam proses pencermatan dan input ke Sidalih nantinya karena itu tetap diharuskan agar Pantarlih meng-input data yang bersih sesuai hasil Coklit manual. 
Baik Coklit maupun _e-Coklit_ sejatinya adalah tugas Pantarlih. 

Meskipun dalam beberapa kondisi karena keterbatasan Pantarlih dan instabilitas jaringan internet maka PPS bisa saja bertindak membantu atau menyelesaikan proses unggah hasil coklit ke _e-Coklit._ Hasil Coklit manual di lapangan nanti di-input kedalam aplikasi _e-Coklit_ demi memudahkan proses input ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Unggah ke _e-Coklit_ ini sangat terbatas waktunya, terbatas juga SDM Pantarlih yang mampu bekerja dengan system IT, kendala instabilitas jaringan dan system aplikasi yang juga belum mapan sehingga proses pekerjaannya cukup rumit bagi mereka yang tak terbiasa dengan aplikasi dan membutuhkan waktu serta energi yang luar biasa. 

Terlebih pada kabupaten/kota yang jumlah pemilihnya cukup besar seperti Kota Pekanbaru yang merupakan jumlah pemilih terbesar di Riau. 

"Di mana jumlah pemilih yang tercatat dalam DP4 Kota Pekanbaru adalah 777.842 pemilih dan semua harus selesai ter-input tanggal 14 Maret 2023 tepat Pukul 24.00 WIB," tutup Abdul Rahman.