Menu

Curah Hujan Terlebat Selama 140 Tahun Terakhir, Hong Kong Dilanda Banjir Bandang

Rizka 8 Sep 2023, 11:34
Hongkong Alami Banjir Bandang
Hongkong Alami Banjir Bandang

RIAU24.COM - Hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Hong Kong pada Jumat (8/9) menyusul hujan lebat dengan curah hujan terlebat selama 140 tahun terakhir terus turun sejak Kamis.

Hujan lebat mulai mengguyur Hong Kong pada Kamis menjelang tengah malam. Observatorium cuaca Hong Kong mencatat curah hujan yang turun mencapai 158,1 milimeter per jam, tertinggi sejak 1884 saat pencatatan curah hujan mulai berlaku.

Banjir semakin parah menjelang Jumat (8/9) pagi. Sejumlah daerah pusat bisnis dan pendidikan terendam banjir, sementara beberapa stasiun kereta bawah tanah terendam banjir.

Otoritas Hong Kong belum menginformasikan berapa ketinggian banjir, namun dari beberapa video yang tersebar di media sosial terlihat level air menggenang bervariasi mulai dari di atas mata kaki orang dewasa, setinggi ban mobil dan beberapa hingga lutut kaki orang dewasa.

Operator metro Hong Kong menuturkan sejumlah rute kereta bawah tanah terganggu akibat banjir. Satu stasiun di distrik Wogn Tai Sin bahkan benar-benar terendam banjir.

Banyak mobil juga terlihat hanyut di tengah banjir. Sejumlah video di media sosial menunjukkan kereta bawah tanah tidak berhenti di Stasiun Wong Tai Sin karena peronnya tergenang air banjir.

Otoritas Hong Kong pun mengeluarkan peringatan banjir bandang, meliburkan seluruh sekolah, dan mengerahkan tim SAR untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

"Warga yang tinggal di dekat sungai harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan harus mempertimbangkan evakuasi jika rumah kebanjiran," kata observatorium cuaca Hong Kong seperti dikutip AFP.

Pemerintah Hong Kong juga memperingatkan risiko longsor dan meminta pengendara menjauhi lereng curam atau tembok penahan.

Sejauh ini, pihak berwenang belum melaporkan ada korban luka maupun tewas akibat banjir bandang ini.

Observatorium cuaca Hong Kong mengatakan hujan deras terbaru ini disebabkan oleh "palung bertekanan rendah terkait dengan sisa-sisa Topan Haikui". Topan Haikui memang sempat melanda selatan China beberapa hari lalu.