Menu

Jokowi Jualan Tanah IKN ke Investor, Perbedaan Harga Bikin Melongo 

Zuratul 2 Nov 2023, 15:04
Jokowi Jualan Tanah IKN ke Investor, Perbedaan Harga Bikin Melongo. (X/Foto)
Jokowi Jualan Tanah IKN ke Investor, Perbedaan Harga Bikin Melongo. (X/Foto)

RIAU24.COM -Presiden Joko Widodo menawarkan tanah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang masih murah harganya untuk saat ini. 

Jokowi memaparkan kalau harganya sekitar Rp1 juta per meter persegi (M2) kepada calon investor.

"Ini saya mengajak bapak/ibu (calon investor) semuanya mumpung harga tanahnya masih murah. Karena (kalau) bapak/ibu beli tanah di SCBD per meter Rp200 juta, di Menteng Rp150 juta, Balikpapan sudah Rp10 juta-Rp15 juta. Di sini (IKN) masih di bawah Rp1 juta," katanya di hadapan 100 CEO di Kawasan IKN, Kalimantan Timur, Kamis (2/11).

"Tapi mungkin minggu depan sudah naik (harga tanah di IKN). Enggak (bercanda), benar ini benar. Bulan depan sudah naik karena memang harganya bergerak terus. Kalau peminat banyak masa dijual murah? Ya ndak lah. Otorita (IKN) pintar," sambung Jokowi.

Jokowi lantas meminta investor jangan takut IKN bakal mangkrak selepas dirinya lengser pada Oktober 2024 mendatang. 

Ia menyebut keberlanjutan pemindahan dan pembangunan ibu kota baru dijamin dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 yang revisinya baru disetujui DPR tempo hari lalu.

Ia menegaskan IKN hadir untuk keberlanjutan Indonesia. 

Jokowi lantas berpesan agar para pengusaha dan calon investor tidak khawatir dengan gejolak Pilpres 2024 dan nasib IKN di tangan presiden selanjutnya.

"Kita kan sudah berapa kali pemilu langsung, 2004, 2009, 2019. Mau pemilu hangat-hangat dikit, agak panas endak apa-apa. Yang penting bapak/ibu jangan beli kipas, ngipasin atau beli kompor manas-manasin," kelakar Jokowi.

"Sudahlah, saya lihat sudah semakin dewasa kita ini dalam berdemokrasi. Perbedaan itu biasa, beda pilihan biasa, wong yang milih semua rakyat. Bapak seganteng apapun kalau rakyat tidak senang gimana? Rakyat senangnya yang ndeso-ndeso kayak saya ini. Pilihan rakyat, persaingan dan kompetisi dalam pemilu biasa-biasa saja," tambahnya.

Ia juga meluruskan soal persepsi liar di luar sana yang mengira IKN akan jadi seluruhnya di 2024.

Jokowi menegaskan tahun depan baru akan direncanakan upacara memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79.

(***)