Menu

Bupati Bengkalis Ikut Rakor Terkait Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir

Dahari 10 Jan 2024, 15:26
Rakor kesiapsiagaan bencana banjir
Rakor kesiapsiagaan bencana banjir

RIAU24.COM - BENGKALIS - Bupati Bengkalis diwakili Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama forkopimda Riau terkait kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana banjir, sekaligus partisipasi dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir, Selasa 9 Desember 2024 kemarin.

Rakor melalui video conference di buka dan dipimpin langsung Gubernur Riau Edy Natar Nasution, mendiskusikan dan menyamakan persepsi agar strategi untuk memanajemen penanggulangan bencana banjir yang hampir merata melanda Provinsi Riau dapat terkoordinir dengan baik.

Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana Hidrometrologi sesuai SK Gubernur nomor KPTS. 7743/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023 selama 40 hari sejak tanggal 22 Desember 2023 s.d 31 Januari  2024.

Kabupaten/ Kota yang telah menetapkan status darurat bencana diantaranya, Rokan Hilir, Bengkalis, Pekanbaru, Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu Dan Pelalawan. Kabupaten kota yang belum menetapkan status darurat bencana Dumai, Siak Dan Kepulauan Meranti.

Gubernur Riau menegaskan  agar terus memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi risiko (wilayah genangan.

Kemudian sambung Gubri, tingkatkan koordinasi dengan TNI/Polri dan seluruh stakeholder terkait dalam upaya penanganan bencana banjir. Dan berikan himbauan kepada Masyarakat agar senantiasa mengawasi aktivitas anak anak di lokasi terdampak banjir serta siapkan dan distribusikan kebutuhan logistik. 

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra mengatakan untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Bengkalis saat ini sudah dilakukan secara terencana dan terstruktur bersama Kapolres dan Dandim beserta jajaran dan instansi-instansi terkait dari Kabupaten hingga ke Desa untuk menentukan lokus bencana, bantuan dan dampak atau akibat yang ditimbulkan oleh bencana banjir ini secara bergotong royong.

Lanjut Ersan, bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis sudah menetapkan siaga bencana yang sudah dimulai dari tanggal 3 Januari sampai dengan 29 Februari 2024 mendatang.

"Selain itu kita juga sudah berkoordinasi membentuk satgas penanganan banjir, yang selalu dibantu pihak Polres dan Kodim melalui perahu-perahu karetnya dan langsung turun ke masyarakat untuk membantu keluarga terdampak banjir dengan membagikan sembako dan kebutuhan pokok lainnya,"ungkap Ersan.

Melalui Dinas ketahanan Pangan untuk membantu korban bencana banjir ini telah mempersiapkan  sebanyak 54 ton beras, katanya.

“Kami telah mengajukan permohonan bantuan dari BPD Provinsi Riau melalui proposal yang sudah disampaikan melalui BPBD Kabupaten Bengkalis,” jelas Ersan.

Sementara itu, kata Ersan, untuk tenaga kesehatan pada setiap Kecamatan yang terdampak terus kita siagakan untuk membantu korban bencana terhadap rentan penyakit yang diakibatkan bencana banjir tersebut

“Alhamdulillah berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis untuk peningkatan penyakit yang terdampak banjir yang diakibatkan oleh banjir tidak meningkat secara signifikan dan pelayanan kesehatan berlangsung seperti biasa,” ujar Ersan

Khususnya di Kecamatan Siak Kecil terkait bantaran sungai di pinggiran sungai di Siak Kecil ini memang rata-rata banyak terjadi penyumbatan karena aliran sampah dan juga tumbuhan-tumbuhan liar dan kita sudah berkoordinasi dengan baik untuk melakukan normalisasi sungai di kecamatan Siak kecil supaya aliran air bisa lancar,"pungkasnya.