Menu

PPATK Disebut Kerap Bermain Aman, Kenapa?

Azhar 11 Jan 2024, 22:14
Kantor Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sumber: RRI
Kantor Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sumber: RRI

RIAU24.COM - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menyebut Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kerap bermain aman.

Terbaru terkait dugaan kebocoran anggaran proyek PSN yang angkanya menyentuh 36,67 persen, atau setara Rp555,7 triliun dikutip dari inilah.com, Kamis 11 Januari 2024.

Alhasil, dia mempertanyakan keberadaan PPATK yang langsung menghilang usai mengungkap temuan kejanggalan.

"Selama ini, PPATK publikasikan data, lalu langsung menghilang. Ini menjadi pertanyaan besar bagi publik," sebutnya.

Seharusnya, PPATK menggandeng BPK atau BPKP untuk melakukan audit investigasi terhadap proyek yang mencurigakan.

"Ketika ditemukan indikasi kuat kerugian negara, segera audit. Apalagi kalau ada transaksi duit mengalir ke kantong aparatur sipil negara (ASN), politkus atay sub-kontraktor. Agar semuanya terang benderang," sebutnya.

"Setelah dilakukan audit, baru diserahkah ke aparat hukum. Agar bisa segera dilakukan pemanggilan kepada orang-orang, apakah itu ASN, subkontraktor atau politikus yang terkait proyek PSN," ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, mantan penyidik KPK, Novel Baswedan menyebut temuan PPATK tersebut merupakan mega korupsi.

"Ini masalah serius. Indikasi kuat ada praktek korupsi besar," ujarnya.