Menu

Luna Maya Terekam Kamera Marah-marah, Psikolog Bagikan Tips Jitu Untuk Kontrol Emosi

Devi 1 Feb 2024, 17:00
Luna Maya Terekam Kamera Marah-marah, Psikolog Bagikan Tips Kontrol Emosi
Luna Maya Terekam Kamera Marah-marah, Psikolog Bagikan Tips Kontrol Emosi

RIAU24.COM - Viral video Luna Maya memarahi karyawannya.

Dalam klarifikasinya, Luna Maya menjelaskan bahwa tindakan tersebut ia lakukan demi hasil kerja karyawan yang baik, lantaran dapat berdampak langsung ke konsumen.
Menanggapi video tersebut, banyak netizen menyebut, tak seharusnya kejadian serupa tempat bekerja direkam diam-diam kemudian disebarluaskan di media sosial. Terlebih Luna Maya menyebut, video tersebut dibuat dan diviralkan oleh seorang anak magang, yang mungkin belum mengerti perihal dampak merekam hal serupa di tempat bekerja.

"Kalau saya diam saja dengan hasil yang jelek artinya saya bukan pemimpin yang baik. Kalau turun terus, penjualan jelek, detail nggak dipikirin, marketing-nya jelek. Nanti saya nggak bisa gaji mereka," kata Luna Maya dikutip dari detikHot, Kamis (1/2/2024).

"Ya ini kan masalah hidup mati perusahaan, kalau saya sebagai pemimpin tidak puas dengan kinerjanya. Saya kan penginnya yang terbaik supaya produknya kita itu benar-benar market ke konsumen juga kena, jadi pas," ujarnya lebih lanjut.

Marah di Tempat Kerja Itu Wajar, Begini Kata Psikolog

Dihubungi secara terpisah, psikolog klinis Veronica Adesla menjelaskan bahwa sebenarnya, teguran dan pengarahan sebenarnya memang ada kalanya dibutuhkan di lingkungan bekerja. Teguran tersebut boleh saja dilakukan dengan tegas, namun tak selalu dengan keras. Sebab, tegas dan keras adalah dua hal yang berbeda.

"Bukan tidak boleh untuk memberikan teguran dan pengarahan di saat dibutuhkan. Namun memang penyampaian yang tepat sangatlah dibutuhkan agar pesan yang hendak disampaikan bisa tersampaikan dan dipahami dengan tepat juga," jelas Veronica, Kamis (1/2/2024).

"Caranya adalah dengan pertama tama kita perlu mengendalikan emosi kita terlebih dahulu dan sampaikan secara lebih terstruktur dalam memberikan feedback atau umpan balik. (Perhatikan) di mana yang salah atau tidak tepat, kenapa itu menjadi salah dan tidak tepat, apa yang sesungguhnya diharapkan, dan bagaimana solusi yang dapat dilakukan untuk ke depannya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama," imbuhnya.


Di lain sisi, Veronica menyoroti, orang yang merekam sesuatu secara sembunyi-sembunyi sebagaimana dalam video viral tersebut sebenarnya sudah mengetahui bahwa satu kejadian tersebut tak seharusnya direkam apalagi disebarluaskan. Karena mereka sadar bahwa merekam kejadian tersebut bisa membuat mereka terkena sanksi dan konsekuensi, mereka melakukannya dengan diam-diam.

"Keberanian Gen Z dalam merekam tanpa seijin dan menyebarluaskannya dapat merupakan suatu bentuk komunikasi mendorong orang-orang lain untuk melihat apa yang dilihat dan mengajak untuk bertindak atau menindak," jelas Veronica, berkenaan dengan banyaknya bahasan netizen perihal kebiasaan Gen Z 'dikit-dikit memviralkan'.

"Keberanian untuk menyuarakan sebenarnya tidak salah selama dilakukan dengan cara yang benar dan tepat, dengan tetap memperhatikan etika, tidak menggunakan asumsi tapi bijak dalam menilai situasi kondisi," pungkasnya.***