Menu

Kenali Ciri-ciri Kurang Darah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Devi 24 Feb 2024, 17:48
Kenali Ciri-ciri Kurang Darah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kenali Ciri-ciri Kurang Darah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

RIAU24.COM - Kurang darah atau anemia adalah kondisi yang disebabkan rendahnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Pasien kurang darah kerap merasa pusing, lesu, dan mudah lelah terus menerus. Kondisi kurang darah dapat dialami siapa saja yang memang memiliki faktor pendukung. Kurang darah adalah gangguan umum yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan bisa berdampak serius, jika dibiarkan.

Ciri-ciri Kurang Darah

Selain rendahnya jumlah eritrosit, kurang darah juga disebabkan kurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Hemoglobin adalah protein yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.

Hemoglobin kaya zat besi dan memberi warna merah pada sel darah. Kekurangan Hb dan eritrosit sama-sama berdampak buruk pada tubuh karena berdampak pada fungsi, produktivitas, hingga sistem imun.

Dikutip dari situs Very Well Health, ciri-ciri pada pasien kurang darah adalah:

  • Kelelahan atau kurang energi
  • Kulit pucat
  • Kulit berwarna kekuningan
  • Merasa lesu.

Beberapa kondisi lain yang menandai kurang darah yaitu:

Penyebab Kurang Darah

Kurang darah dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Menurut WHO, berikut merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan Anemia yaitu:

  • Pola Makan yang buruk
  • Infeksi penyakit misal malaria, HIV, atau TBC
  • Penyakit kronis misal gangguan ginjal atau Kanker
  • Kelainan sel darah merah turunan contohnya thalassemia atau anemia sel sabit
  • Kekurangan asam folat
  • Kekurangan zat besi
  • Kekurangan vitamin A dan vitamin B12
  • Kehamilan
  • Kehilangan darah akibat menstruasi atau sakit maag
  • Kelainan sumsum tulang seperti leukimia, lymphoma, myelodysplasia, dan anemia aplastik.

Cara Mengatasi Kurang Darah

Berikut adalah beberapa cara yang disarankan oleh dokter untuk mengatasi kondisi kurang darah:

  • Mengonsumsi suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat atau suplemen vitamin dan mineral lainnya
  • Mengonsumsi eritropoietin, yaitu obat penunjang tulang sumsum untuk memproduksi sel darah merah lebih banyak
  • Melakukan transfusi darah
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi contohnya daging sapi, ikan, kerang-kerangan, sayuran hijau seperti bayam, kacang polong, dan tahu.
  • Kondisi kurang darah sebaiknya segera ditangani sehingga pasien bisa kembali produktif. Pasien bisa segera ke dokter bila kondisi kurang darah dianggap sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. ***