Menu

Tradisi Nyekar Sebelum Ramadhan, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam? Diluar Dugaan Ini Jawaban Ustad Adi Hidayat

Zuratul 7 Mar 2024, 15:16
Tradisi Nyekar Sebelum Ramadhan, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam? Diluar Dugaan Ini Jawaban Ustad Adi Hidayat.
Tradisi Nyekar Sebelum Ramadhan, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam? Diluar Dugaan Ini Jawaban Ustad Adi Hidayat.

RIAU24.COM -Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak kegiatan yang dilakukan salh satunya nyekar. 

Nyekar atau ziarah kubur nampak jadi tradisi di mayoritas masyarakat Indonesia.

Bulan Puasa Ramadhan biasanya dianggap sebagai bulan pengampunan dosa, dibukannya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka hingga melipatgandakan pahala. 

Kegiatan ini menjadi momen bagi keluarga untuk mengirimkan doa kepada keluarga yang sudah tiada. 

Meski begitu, nyekar sempat menjadi perdebatan pro dan kontra dikalangan pada pemuka agama. 

Ustadz Adi Hidayat salah satunya, mengemukakan pendapatnya tentang nyekar atau ziarah ini sebagai kunjungan. 

Hal ini tal hanya dilakukan sepada keluarga yang sudah meninggal saja, tetapi juga bisa dilakukan untuk yang masih hidup. 

Nyekar sendiri merupakan amal yang hukum pelaksanaannya sudah disebutkan dalam sejumlah hadits. 

Rasulullah SAW pernah melarang kegiatan nyekar atau ziarah kubur tapi kemudian memperbolehkannya. 

Ustadz Adi Hidayat menyebut Nabi Muhammad SAW pernah melarang umatnya nyekar pada zaman jahiliah. 

Hal ini lantaran iman yang lemah, pada saat ada kerabat atau keluarga yang meninggal akan diratapi kepergiannya dengan menangis secara berlebihan.

Hukum Ziarah Sebelum Ramadhan 

Hadits yang diriwatakan oleh Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, tetapi sekarang berziaralah." (HR Muslim). 

Pada riwayat lain juga menyebutkanm "Siapa yang ingin berziarah kubur maka berziaralah karena ia akan mengingatkan kalian atas akhirat." 

Ustad Adi menganggap nyekar atau ziarah kubur dapat dilakukan oleh siapa pun asal imannya seudah kuat. 

"Maka setelah imannya kuat, bisa membedakan mana doa, ngobrol dan lain sebagainya, bisa meningkatkan iman, dari situlah kemudian muncur sabda Nabi memperbolehkan ziarah kubur," ucap Ustad Adi Hidayat

"Yang tidak boleh adalah minta-minta di kuburan. Ngapain minta datang ke situ. Yang di ditu saaj (orang meninggal) gak bisa keluar," lanjutnya. 

Ustad Adi mengingatkan agar umat muslim hanya berdoa dan bertaqwa kepada Allah SWT. 

Sedangkan nyekar atau ziarah tujuannya untuk mengingatkan bahwa semua manusia akan meninggal dunia. 

Kesimpulannya, tradisi nyekar atau ziarah kubur hukumnya sunnah, sebab kegiatan ini diperbolehkan oleh Rasulullah SAW. 

(***)