Gus Baha di Depan Kapolri: Semua Harus Tobat, Jangan Saling Menyalahkan
"Saya ini suka sama pejabat Indonesia karena tadi umara dan ulama itu kayak dua sisi mata uang," ujarnya.
Namun, Gus Baha meminta para pejabat tidak mudah tersinggung ketika mendapat kritik. Ia kemudian menceritakan pengalamannya terkait kebiasaan sebuah instansi yang lebih dulu membicarakan besaran pemberian kepada kiai yang akan mengisi pengajian.
Menurut dia, seharusnya yang menjadi perhatian bukan berapa uang yang diberikan kepada kiai, melainkan ilmu dan manfaat yang bisa diperoleh dari pengajian tersebut.
"Semoga kekurangan ajaran ini berkurang," katanya.
Gus Baha menilai tradisi saling memberi sebenarnya merupakan hal yang baik dalam kehidupan sosial. Namun, pemberian tersebut tidak semestinya diposisikan sebagai kompensasi atas dakwah agama.
"Adat ngasih-ngasih itu kan adat yang elegan, adat yang baik. Kenapa harus dikompensasikan dengan dakwah agama?" ujarnya.