Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Minyak, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Mantan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Rusia sekaligus pengamat geopolitik Dian Wirengjudi.
Di tengah meningkatnya ketegangan global, Dian menilai Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk menjadi negara agresif.
Ia mengatakan Indonesia selama ini memiliki karakter hubungan luar negeri yang relatif bersahabat dengan negara-negara tetangga.
Baca juga: Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Rangkap Menko dan Menteri ESDM
Karena itu, menurut Dian, Indonesia tidak perlu melihat seluruh konflik geopolitik sebagai ancaman langsung.
"Saya tidak melihat Indonesia punya ancaman," kata Dian.
Baca juga: Fenomena Rangkap Jabatan di Lingkar Kekuasaan, Bagaimana Undang-Undang Sebenarnya Mengatur?
Namun, ia menilai kewaspadaan tetap diperlukan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi perang, keamanan siber, intelijen, dan pertahanan.
Dian juga menyoroti hubungan Indonesia dengan Australia. Menurut dia, kerja sama tetap diperlukan, tetapi kepentingan keamanan nasional masing-masing negara harus tetap diperhitungkan.