Menu

MSCI Ultimatum Indonesia, Prabowo Tegas Tak Gentar: Bangsa Ini Tidak Takut Siapapun!

Zuratul • 22 Oct 2026, 10:39
 Presiden Prabowo, Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026)
Presiden Prabowo, Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Reaksi pasar menunjukkan besarnya perhatian investor terhadap perkembangan tersebut. Pada Jumat (16/10/2026), IHSG anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10. Dua hari perdagangan berikutnya, Senin (19/10/2026), indeks kembali turun 3,64 persen dan ditutup pada level 4.996,61.

Penurunan tersebut terjadi setelah pengumuman MSCI dan menandai tekanan besar di pasar saham domestik. Meski demikian, pergerakan indeks tidak dengan sendirinya membuktikan seluruh penurunan disebabkan oleh satu faktor saja.

Situasi ini menempatkan otoritas pasar modal pada pekerjaan yang tidak ringan. Pemerintah dan regulator perlu menjaga kepercayaan investor sekaligus menunjukkan bahwa pembenahan tata kelola berlangsung secara nyata, bukan hanya melalui pengumuman kebijakan.

Said Abdullah: MSCI Bukan Nabi

Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menilai penilaian MSCI harus diterima sebagai bahan evaluasi serius. Namun, menurut dia, lembaga tersebut juga tidak boleh ditempatkan sebagai pihak yang selalu benar dan kebal dari kritik.

"MSCI bukan kelembagaan agama, tempat kebenaran esensial melekat, dan para pengurus MSCI bukan nabi yang memiliki otoritas tunggal dan paling sempurna," kata Said dalam keterangan tertulis pada Minggu (18/10/2026).

Halaman: 234Lihat Semua