Menu

Jadi Satu-satunya WNI Korban Pesawat Ethiopian Airlines, Begini Kisah Hidup Harina Hafitz

Satria Utama 11 Mar 2019, 15:20
Harina Hafitz/ dok.pribadi/BBC
Harina Hafitz/ dok.pribadi/BBC

RIAU24.COM -  Salah seorang warga Indonesia dipastikan menjadi satu dari 149 penumpang pesawat Ethiopian Airlines nomor penerbangan ET-302 yang jatuh. Wanita itu bernama Harina Hafitz.

Wanita berusia 60an tahun tersebut merupakan satu dari tujuh staf World Food Program—badan pangan di bawah PBB—yang menumpang pesawat itu.

Seperti dilansir BBC News Indonesia, Senin (11/3/2019), adik laki-laki Harina Hafitz mengatakan bahwa kakaknya telah lama bekerja untuk WFP. Bahkan, kepergiannya ke Nairobi adalah dalam rangka mengikuti pertemuan PBB di Nairobi, Kenya.

"Beliau sempat kirim Whatsapp ke saya hari Sabtu (9/3), memberitahu dapat tugas ke Nairobi. Pesawatnya dari Roma transit dulu di Addis Ababa," papar Hari Lutfi, Senin (11/3) pagi WIB.

Dijelaskan Hari, kakanya itu telah berdomisili di Kota Roma, Italia, selama puluhan tahun. Dia meninggalkan suaminya yang berkebangsaan Italia dan dua anak.

"Suaminya dan kedua anaknya masih shock, belum tahu harus bagaimana," kata Hari, adik langsung dari Harina yang merupakan sulung dari empat bersaudara.

Secara terpisah, seorang keponakan Harina mengatakan pihak keluarga sedang menunggu kabar dari WFP dan Ethiopian Airlines. "Semasa hidupnya, beliau ada seorang pekerja keras," kata Sevila, anak dari adik bungsu Harina.

Sebelumnya, melalui keterangan tertulis Kedutaan Besar Indonesia di Roma, Italia, menyatakan seorang WNI dipastikan menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/03).

"Duta Besar RI di Roma, telah bertemu dengan keluarga korban, dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

"KBRI Roma akan terus berkordinasi dengan keluarga korban, KBRI Addis Ababa dan Kantor WFP Roma untuk pengurusan jenazah dan dukungan bagi keluarga."

Keterangan ini sejalan dengan pengakuan Direktur Eksekutif WFP, David Beasley, bahwa ada stafnya yang meninggal dunia dalam peristiwa itu.**

 

R24/bara