Menu

Dendam Membara 50 Tahun, Kakek Ini Tembak Teman Sekolah Yang Pernah Mem-Bully-nya

Satria Utama 28 Aug 2019, 14:30
Thanapat
Thanapat

RIAU24.COM -  Dendam yang dipendam seorang kakek pensiunan marinir asal Thailand bernama Thanapat tak pudar meski sudah 50 tahun lamanya. Dendam karena pernah di-bully teman-teman sekolah itu akhirnya ia lampiaskan saat menghadiri acara reuni sekolah.

Dilansir Grid.ID dari laman World of Buzz Selasa (27/08/2019), kakek berusia 69 tahun itu diketahui menghadiri acara reuni kelas dengan mantan teman-temannya di sekolah dulu pada tahun 1966.

Mereka diketahui telah kehilangan kontak satu sama lain selama hampir 50 tahun terakhir. Atas dasar hal itu, mereka kemudian merencanakan acara reuni dan berkumpul di sebuah tempat makan sembari mengobrol dan minum bersama.

Pada saat itulah, Thanapat melihat teman kelasnya yang dahulu sering membully-nya. Salah satu dari mereka diidentifikasi bernama Suthud

Suthud dan teman-temannya sering mem-bullly Thanapat, bahkan puncaknya pernah mengubur Thanapat hidup-hidup. Saat itu Thanapat diketahui hampir kehilangan nyawanya, namun pada akhirnya ia berhasil melarikan diri. Usai kejadian buruk itu, Thanapat dikabarkan merasa trauma dan memutuskan untuk pindah sekolah.

Setelah sekian lama, saat acara reuni tersebut diadakan, semua temannya berpura-pura tidak mengingat kejadian yang terjadi di masa lalu itu.

Saat melihat sosok Suthud, ia kembali mengingat kenangan buruk saat bersama mereka di sekolah. Ia berusaha menutup telinganya, tetapi ia masih mendengar suara dari para pembully-nya terdahulu.

Thanapat merasa tak tahan lagi, dan memicu rasa amarah berkecamuk dalam hatinya. Ia lalu mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke perut dari seorang temannya, Suthud. Suthud jatuh tersungkur ke tanah dengan darah mengalir deras dari perutnya.

Teman-teman kelasnya yang hadir di acara reuni itu langsung berhamburan melarikan diri dari tempat kejadian usai peristiwa nahas itu terjadi. Beberapa orang juga membawa Suthud ke rumah sakit, namun sayangnya nyawanya sudah tak bisa diselamatkan.

Setelah menerima laporan, polisi mendatangi Thanapat dan mengambil pistol dari tangannya. Thanapat tampak duduk sendirian sembari menyalakan sebatang rokok.

Thanapat juga mengaku kepada polisi bahwa ia memang diizinkan untuk menyimpan beberapa senjata dan amunisi setelah ia pensiun. Ia juga mengaku tak menyesal atas perbuatan yang dilakukannya karena telah berhasil membunuh Suthud dan membalaskan dendamnya.