Menu

Rakyat Palestina di Tepi Barat Makin Menderita, Buldozer Israel Ratakan Pemukiman

Satria Utama 5 Mar 2020, 11:44
Palestina memprotes tindakan buldozer sejumlah wilayah oleh Israel. Sumber: Reuters
Palestina memprotes tindakan buldozer sejumlah wilayah oleh Israel. Sumber: Reuters

RIAU24.COM -  MINA - Buldoser Israel terus bekerja meratakan tanah di Tepi Barat yang diduduki dalam upaya menyita tanah untuk pemukiman Yahudi pada masa depan. Aksi petugas Israel ini pun mendapat protes dari warga Desa Qusra.

“Saya datang ke sini karena ini tanah saya. Saya ingin meninggal di tanah air saya namun mereka tidak mengizinkan saya mendekat. Mereka gembira dengan kemenangan Netanyahu. Mereka datang untuk mengendalikan wilayah ini dan kami sungguh tak berdaya,” kata Joudat Odeh, 70 tahun, warga Qusra seperti dilansir reuters.  

Masyarakat desa Qusra yang protes mengatakan Israel telah menghentikan masyarakat Palestina menggunakan atau menanami ladang sejak 1990-an dan sekarang mereka waswas pendudukan ini akan merampas kepemilikan mereka atas lahan. Mohammad Shokri, 80 tahun warga Qusra, mengatakan Netanyahu telah memberikan janji kampanye akan menambah jumlah pemukiman. Israel ingin mengambil alih sejumlah gunung sehingga warga Palestina jadi benar-benar tak punya apa-apa.

Di wilayah tetangganya, Desa Beita, warga juga protes selama beberapa hari dengan mendirikan tenda di puncak bukit al-Arma untuk mempertahankan tanah dari penggusuran buldoser. Beberapa demonstran melempari pasukan Israel dengan batu. Media WKZO News melaporkan, Rabu (4/3).

Warga menyebut, pasukan Israel semakin menjadi-jadi paska pengumuman rancangan Kesepakatan Abad Ini oleh Donald Trump, dan seiring pemilu Israel yang sedang berjalan pekan ini.

Tercatat hingga saat ini, lebih dari 400.000 pemukim Israel tinggal di antara sekitar 3 juta warga Palestina di Tepi Barat, dengan lebih dari 200.000 pemukim di Yerusalem Timur. Warga Palestina dan sebagian besar dunia memandang pemukiman itu ilegal menurut hukum internasional, suatu posisi yang diperselisihkan Israel dan Amerika Serikat.

Halaman: Lihat Semua