Menu

Geger, Dari Truk Ini Menyebar Bau Busuk Menyengat, Saat Dibuka Isinya Ternyata Puluhan Mayat

Siswandi 5 May 2020, 12:05
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  

Sebuah truk membuat sejumlah warga di Utica Street, Broklyn, New York, jadi mengeluh. Pasalnya, truk tersebut  berlalu sambil menyiasakan aroma busuk menyengat disertai tetasan air yang beraroma sama. Namun rupanya itu baru permulaan. 

Warga kemudian mengadukan kejadian itu kepada polisi, yang lantas mendatangi lokasi kejadian. Truk itu pun dihentikan. Saat pintu muatannya dibuka, di situlah geger merebak. Pasalnya, truk itu ternyata sedang mengangkut puluhan mayat. 

Belakangan terungkap, truk itu disewa sebuah rumah pemulasaraan jenazah bernama Andrew T  Cleckley Funeral Home. Sebanyak 50 diletakkan di dalam truk, didinginkan dengan es yang airnya menetes-netes keluar truk.

Tak lama setelah truk diamankan, pekerja dari pemerintah Kota New York dengan pakaian pelindung lengkap memindahkan mayat-mayat itu ke truk berpendingin yang baru didatangkan.

Dua Minggu 
Dilansir viva yang merangkum bbcnewsindonesia, warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian, bau busuk itu sudah menyebar sejak dua minggu lalu. 

Tidak jelas apakah mayat-mayat itu adalah korban Covid-19. Namun otoritas kota New York dan rumah jenazah di sana sudah berjuang sejak bulan Maret untuk mengatasi besarnya jumlah kematian di negara bagian itu yang merupakan daerah paling terdampak di Amerika Serikat.

Pemilik rumah jenazah Andrew T Cleckley berkata kepada The New York Times hari Kamis (30/04) bahwa ia kehabisan ruang untuk menyimpan jenazah. 

Otorita New York mengirim puluhan mobil jenazah atau truk berpendingin ke rumah sakit dan berbagai penjuru kota untuk mencegah penumpukan dan pembusukan jenazah di tempat yang tak sepantasnya. Namun Cleckley mengatakan ia tak mampu mendapat atau membeli truk berpendingin karena ketiadaan kendaraan itu di pasaran.

Terkait kejadian itu, Walikota New York City Bill de Blasio mengatakan, hal itu merupakan situasi yang mengerikan dan tidak bisa diterima.

“Rumah jenazah adalah perusahaan swasta. Mereka bertanggung jawab untuk memulasarakan jenazah dengan hormat,” katanya.

“Saya tak mengerti bagaimana mereka membiarkan ini terjadi,” tambahnya.

“Mengapa mereka tidak memberitahu pemerintah, atau ke kepolisian dan minta bantuan? Lakukan sesuatu, jangan telantarkan mayat-mayat itu,” tegasnya lagi. ***