Sebut Demonstran Sampah, Demokrat Sebut Ngabalin Justru Pernah Jadi Korlap Aksi Tuntut Gus Dur Dicopot

Jumat, 16 Oktober 2020 | 09:57 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin

RIAU24.COM - Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menilai jika Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin tidak pantas menyebut para pengunjuk rasa sebagai sampah.

Hal itu dikarenakan, Ngabalin sendiri juga pernah berada pada posisi sebagai demonstran. Bahkan dalam catatannya sebagai seorang wartawan, Syahrial mengingat jika di tahun 2001 lalu Ngabalin merupakan kordinator lapangan aksi menuntut Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid dicopot.

Baca Juga: Kemenag Belum Lapor ke Wapres Soal Khutbah Jumat, Jubir Maruf Amin: Baru Rencana

"Teman-teman wartawan yang pernah bertugas/ditugaskan menjelang SI MPR 2001 yang melantik Megawati menjadi Presiden ke-5 RI, pasti ingat sama Ali Ngabalin. Dia salah satu korlap aksi menuntut Gus Dur dicopot," kata Syahrial.

Pernyataan Syahrial Nasution ini menanggapi ucapan Ali Mochtar Ngabalin kepada peserta Aksi 1310 yang didominasi alumni 212. Di mana tak jarang para demonstran menuntut agar presiden segera mundur.

Baca Juga: Program Padat Karya Mangrove Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

"Berteriak-teriak meminta presiden mundur, sampah namanya itu. Itu yang Abang bilang sampah. Belum lagi para perusuh," kata Ngabalin.

"Itu namanya sampah demokrasi. Tujuan apa (yang) mereka maksud? Berteriak atas nama UU Cipta Kerja, tapi ujung-ujungnya berteriak Presiden mundur. Lu siapa? Mulut-mulut sampah, mulut-mulut comberan. Lu siapa sih? Emang kau siapa, organisasi apa kau? Mau sok-sok minta Presiden mundur," ujarnya.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...