Menu

Ditengah Perperangan Armenia-Azerbaijan, Iran Gelar Latihan Pertahanan Udara Besar-besaran

Riko 22 Oct 2020, 13:30
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM - Iran menggelar latihan perang besar-besaran untuk menunjukkan kemampuan mereka melindung wilayah udaranya. Latihan ini digelar di tengah berkecamuknya perang di Nagorno Karabakh.

Latihan gabungan yang dikenal sebagai the Guardians of the Sky Velayat-99 diluncurkan apda Rabu kemarin, melibatkan elemen militer konvensional serta pasukan elit Garda Revolusi. Kedua pasukan bersiap untuk bertahan dari simulasi serangan udara di area yang lebih dari setengah luas negara.

Juru bicara komando gabungan Iran, Brigadir Jenderal Abbas Farajpour, menggambarkan misi mereka adalah untuk mencegah penambahan, agresi atau pelanggaran batas udara negara dan memastikan keamanan langit Iran untuk semua pesawat yang terbang di atas langit negara itu.

Tahap pertama latihan melihat mobilisasi sistem pertahanan rudal dan radar seperti Tabas, Mersad, Khordad ke-15 dan Khordad ke-3, sistem yang diyakini telah menjatuhkan drone RQ-4 Global Hawk milik angkatan laut Amerika Serikat (AS) di atas Teluk Persia pada bulan Juni tahun lalu.

"Sistem ini terus-menerus mengalami peningkatan dan meningkatkan kemampuan operasional," kata Farajpour seperti dilansir Sindonews dari Newsweek, Kamis 22 Oktober 2020.

Ia lantas memperingatan bahwa jika terjadi konflik yang sebenarnya, Iran memiliki lebih banyak cadangan "yang akan mengejutkan musuh."

Latihan ini dilakukan ketika konflik bersenjata yang melibatkan Armenia dan Azerbaijan pecah di Nagorno Karabakh. Konflik kedua negara bertetangga itu terkadang meluas ke perbatasan barat laut Iran.

Teheran telah menyerukan gencatan senjata segera. Negeri Mullah itu bahkan dengan sukarela menjadi penengah dalam konflik Yerevan dan Baku atas Nagorno-Karabakh, wilayah sekitar 1.700 mil persegi yang sebagian besar dipimpin oleh separatis Armenia tetapi diakui secara internasional - termasuk oleh Iran - sebagai bagian dari Azerbaijan.

Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa konflik di Nagorno Karabkah bisa memicu konflik regional karena menyebar melintasi perbatasan dan menarik kekuatan asing. Perang dua negara bertetangga itu bahkan mengancam keamanan Iran sendiri.