Menu

Tahukah Anda, Bukan Kayu atau Kertas, Ternyata Inilah Bahan Dasar Pembuatan Uang Kertas di Indonesia, Langsung Diimpor Dari Eropa...

Devi 17 Sep 2021, 10:10
Foto : Internet
Foto : Internet

RIAU24.COM -  Di Indonesia, kamu akan selalu mendapati 2 jenis uang yang setiap hari ada di dompetmu. Yap, uang koin dan juga uang kertas. Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih bahan pembuat uang kertas di Indonesia? Kamu yakin bahan pembuat uang kertas adalah kertas? Yuk simak bersama-sama ulasan di bawah ini!

Kamu pasti pernah berpikir, kok uang kertas bisa awet begini ya?

Padahal sudah sering terkena air, debu, tampilan sudah lecek, tapi kok tidak sobek? Uang kertas kan memang harus punya ketahanan yang luar biasa terhadap air. Nah, usut punya usut, uang kertas di Indonesia mempunyai material yang baik lho. Meskipun tidak bisa seawet uang koin, namun uang kertas dapat dianggap sangat awet karena tidak mudah sobek walaupun sudah terkena air, kuman dan lain-lain.

Ternyata, bahan dasar dalam pembuatan uang kertas di Indonesia itu adalah kapas! Nah, kapas yang mempunyai serat yang baik dan berkualitas tinggi adalah bahan material yang membuat uang kertasmu tahan ketika ditekuk dan ditarik.

Bahkan, kapas yang dipakai pun adalah kapas yang mempunyai kandungan hingga 100 persen. Hal itulah yang menjadikan uang kertasmu sangat tahan lama.

Selaku pembuat dan pengedar, Bank Indonesia pun memiliki standard yang khusus untuk uang kertasnya. Diantaranya adalah ketahanan terhadap sobekan, lipatan, tahan lama, dan juga mempunyai strength yang begitu baik. Uang kertas Indonesia juga memiliki semacam zat kimia untuk menghindari peredaran uang palsu nih.

Ada satu lagi yang harus kamu ketahui. Ternyata, bahan pembuat uang kertas adalah kapas yang mempunyai serat baik dan kandungan 100 persen. Kapas ini diimpor langsung dari negara-negara di Eropa. Misal, Inggris dan Perancis. Kedua negara tersebut memang  mempunyai stok kapas yang bermutu tinggi. Tidak ketinggalan water mark dan benang pengaman dari alumunium. Semuanya impor!

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, penggunaan serat kapas didasari alasan bahwa bahan baku tersebut membuat uang kertas rupiah tak mudah sobek dan sifatnya lebih lentur.

Pertimbangan lain adalah uang kertas yang mengandung serat kapas lebih tahan terhadap kemungkinan dicoret-coret. Selain itu, hal lain adalah pertimbangan perilaku masyarakat dalam memelihara uang, khususnya uang kertas.

“Ada uang disimpan di saku pakaian atau disetrika. Kalau serat kapas tidak rusak disetrika,” ujar Tirta.

Beberapa negara di dunia menggunakan polimer sebagai bahan baku pembuatan uang kertas. Meski demikian, ujar Tirta, BI memutuskan untuk tidak menggunakan bahan tersebut dalam pembuatan uang rupiah karena sifatnya yang cenderung tidak tahan panas.