Menu

Finlandia Dinobatkan Sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia, Dan Inilah Negara Yang Paling Tidak Bahagia

Devi 19 Mar 2022, 10:59
Foto : Internet
Foto : Internet

RIAU24.COM -  Untuk tahun kelima berturut-turut, Finlandia pada hari Jumat dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia, menurut peringkat World Happiness Report yang sebagian besar didasarkan pada evaluasi kehidupan dari Gallup World Poll. 

Negara Nordik dan tetangganya seperti Denmark, Norwegia, Swedia, dan Islandia juga mendapat nilai bagus dalam ukuran yang digunakan laporan tersebut untuk menjelaskan temuannya: harapan hidup sehat, PDB per kapita, dukungan sosial di saat-saat sulit, korupsi rendah, dan sosial tinggi. kepercayaan, kemurahan hati dalam komunitas di mana orang saling menjaga dan kebebasan untuk membuat keputusan penting dalam hidup. 

Menurut laporan itu, Denmark berada di urutan ke-2 dalam peringkat tahun ini, diikuti oleh Islandia di urutan ke-3. Swedia dan Norwegia masing-masing berada di urutan ketujuh dan kedelapan. 

Di sisi lain, Swiss, Belanda dan Luksemburg mengambil tempat 4 sampai 6, dengan Israel masuk di No. 9 dan Selandia Baru melengkapi 10 besar. Kanada (No. 15), Amerika Serikat (No. 16) dan Inggris (No. 17) semua berhasil masuk 20 besar.

Sesuai Laporan Kebahagiaan Dunia, Afghanistan menempati peringkat yang paling tidak bahagia, diikuti oleh Lebanon.

Laporan Kebahagiaan Dunia, sekarang di tahun ke-10, didasarkan pada penilaian orang-orang tentang kebahagiaan mereka, serta data ekonomi dan sosial. 

Laporan tersebut juga memberikan skor kebahagiaan pada skala nol hingga 10, berdasarkan rata-rata data selama periode tiga tahun. Khususnya, laporan terbaru ini diselesaikan sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Serbia, Bulgaria, dan Rumania mencatat peningkatan kesejahteraan terbesar. Penurunan terbesar dalam tabel Kebahagiaan Dunia, yang dirilis pada hari Jumat, terjadi di Lebanon, Venezuela, dan Afghanistan. Afghanistan yang sudah berada di posisi terbawah baru-baru ini mengalami krisis kemanusiaan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan lagi Agustus lalu.