Tahukah Kamu, Keadaan Paling Mengerikan Seperti Inilah yang Diprediksi Ilmuwan Jika Perang Nuklir Terjadi

Jumat, 27 Mei 2022 | 15:30 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM - Perang nuklir jelas menjadi ancaman yang sangat berbahaya. Karena itu, baik Rusia maupun negara barat yang memilikinya menahan diri dan sejauh ini hanya menggertak. Skenario perang nuklir memang mengerikan. Simulasi perang nuklir pernah digelar oleh akademisi di Princeton University beberapa waktu yang lalu. Menggunakan data dari website Nukemap, simulasi itu dikembangkan untuk memberi kesadaran tentang bahaya nuklir.

Jika terjadi konflik yang melibatkan senjata dahsyat itu, khususnya antara Amerika Serikat dan NATO melawan Rusia, maka puluhan juta jiwa bisa langsung tewas atau terluka dalam beberapa jam saja.

Baca Juga: Mengenal ACT, Lembaga yang Tersebar di 54 Negara Beserta Daftar Nama Petingginya

"Diestimasi bahwa akan ada lebih dari 90 juta orang tewas dan terluka hanya dalam beberapa jam pertama konflik nuklir," kata mereka seperti dikutip dari Express.

Simulasi itu mendemonstrasikan bagaimana konflik antara Rusia dan AS bisa bereskalasi dari perang konvensional menjadi konflik nuklir. "Proyek ini dimotivasi oleh perlunya menggarisbawahi potensi konsekuensi merusak dalam rencana perang nuklir AS dan Rusia saat ini," sebut mereka.

Simulasi dikembangkan berdasarkan kekuatan nuklir yang sebenarnya serta potensi target serangan. Dalam skenario ini, Rusia mulai melancarkan senjata nuklir pada basis NATO dan menimbulkan kerusakan dahsyat.

Baca Juga: Viral Lagi! Videonya Soal Beli 'Real Madrid', Begini Klarifikasi Yusuf Mansur

Periset di Princeton memperkirakan dalam 3 jam pertama, korban akan mencapai 2,6 juta jiwa. NATO kemudian membalas serangan ke sistem persenjataan Rusia. Kemudian ditembakkan pula nuklir ke kota Rusia yang padat penduduk.

"Rusia dan NATO masing-masing mengincar 30 kota yang paling banyak penduduknya dan juga pusat ekonomi, menggunakan 5 sampai 10 hulu ledak di setiap kota, tergantung berapa jumlah penduduknya."

Dengan demikian, penduduk sipil pun tidak luput dari incaran oleh kedua belah pihak. Dalam titik ini, jumlah korban bisa mencapai hampir 90 juta jiwa secara global akibat perang nuklir.

Disimpulkan bahwa pada awal-awal konflik nuklir, akan terjadi 34,1 juta jiwa langsung meninggal dunia dan 57,4 juta terluka. "Kematian jangka panjang akan secara signifikan meningkat," sebut para periset ini.

Kapabilitas hulu ledak nuklir bervariasi, bergantung pada konstruksi dan desainnya. Tapi untuk standar sekarang, bom atom yang dulu dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki tidak ada apa-apanya.

Bom nuklir modern jauh lebih kuat. Bom atom Hiroshima dan Nagasaki kira-kira setara dengan 15 kiloton TNT dan 20 kiloton TNT. Bom nuklir modern, 5 kali lebih kuat.

"Banyak dari senjata nuklir modern di Rusia dan Amerika Serikat adalah termonuklir dengan daya ledak setara dengan 100 kiloton TNT," kata International Campaign to Abolish Nuclear Weapon yang dikutip detikINET dari Deustche Welle. Dari sisi kuantitas, Rusia punya hulu ledak nuklir terbanyak di dunia, jumlahnya 6.225, menurut data dari Stockholm International Peace Research Institute. Amerika Serikat di posisi kedua dengan 5.550 hulu ledak nuklir.
 

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...