Menu

Ternyata Segini Harga Nasi yang Mengandung Sapi, Ditemukan Oleh Peneliti Korea

Devi 17 Feb 2024, 15:37
Ternyata Segini Harga Nasi yang Mengandung Sapi, Ditemukan Oleh Peneliti Korea
Ternyata Segini Harga Nasi yang Mengandung Sapi, Ditemukan Oleh Peneliti Korea

RIAU24.COM - Daging sapi tanpa lemak buatan peneliti Korea kini dihargai sekitar US$14,88 per kilogram atau sekitar 232 ribu rupiah dan harga beras US$2,20 per kilogram atau sekitar 34 ribu, sedangkan nasi daging sapi, jika dikomersialkan, hanya berharga $2,23 atau mendekati Rp35ribu.

Untuk setiap 100 gram protein yang dihasilkan, padi hibrida diperkirakan melepaskan kurang dari 6,27 kilogram (sekitar 13,8 pon) karbon dioksida.

"Jumlah daging sapi yang sama menghasilkan 49,89 kilogram (sekitar 110 pon) karbon dioksida," kata studi tersebut.

Neil Ward, pakar pertanian pangan dan iklim serta profesor di University of East Anglia, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa data tersebut terlihat sangat positif dan berpotensi membantu mengembangkan pola makan yang lebih sehat dan ramah iklim di negara-negara maju.

Namun, katanya, ujian kritisnya adalah pada selera masyarakat terhadap makanan yang dikembangkan di laboratorium ini.

Nasi daging sapi ini belum bisa dipasarkan ke restoran, tim berencana untuk mengembangkan prosesnya lebih lanjut sehingga sel-sel di dalam butiran beras dapat tumbuh lebih baik dan menghasilkan lebih banyak nilai gizi.

"Mereka juga berharap hal ini dapat meningkatkan tekstur dan rasa nasi," kata Park.

Dari mana warna pink cerahnya? Itu berasal dari media kultur sel tempat nasi disimpan, bukan dari sel daging dan warnanya bisa berbeda jika menggunakan media lain.

Namun, Park punya nilai tinggi harapan. Suatu hari nanti, produk ini mungkin akan dijual di supermarket dalam bentuk paket makanan siap saji atau paket makanan.

"Sekarang saya melihat banyak sekali kemungkinan untuk makanan hibrida berbasis biji-bijian ini. Suatu hari nanti bisa menjadi bantuan pangan untuk kelaparan, jatah militer, atau bahkan makanan luar angkasa," katanya dalam rilis berita. ****