Menu

Peneliti UGM Temukan Kali Code Tercemar Limbah Antibiotik dan Logam Berat

Devi 18 Apr 2024, 09:44
Peneliti UGM Temukan Kali Code Tercemar Limbah Antibiotik dan Logam Berat
Peneliti UGM Temukan Kali Code Tercemar Limbah Antibiotik dan Logam Berat

RIAU24.COM - Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menemukan air di Kali Code mengandung senyawa logam berat dan antibiotik. Hasil ini didapatkan setelah mengumpulkan 24 sampel air dan sedimen permukaan di sepanjang Kali tersebut.

Penelitian kerjasama UGM dengan pakar di Finlandia ini mengambil puluhan sampel yang diambil ini termasuk sepanjang aliran sungai Merapi hingga muara pantai. Hasilnya, Kali Code memiliki potensi resistensi antibiotik di beberapa lokasi.

"Kandungan antibiotik di lingkungan Kali Code terakumulasi dari banyak sumber, mulai dari limbah rumah sakit, limbah kimia, maupun dari limbah peternakan," tutur dosen Fakultas Geografi UGM, Dr Lintang Nur Fadlillah, memaparkan hasil penelitiannya dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (18/4/2024).

Selain itu, penelitian juga dilakukan di Sungai Winongo terkait dengan indeks risiko ekologis logam berat, dengan mengambil 16 sampel sedimen dan air. Hasilnya ditemukan kadar logam yang cukup tinggi.

Menurut Lintang, sungai dan danau memiliki sistem filtrasi alamiahnya sendiri. Pada kondisi normal, aliran akan memulihkan kualitas secara alami karena morfometri sungai, tetapi akumulasi logam pada sedimen, menyebabkan senyawa logam dan nutrien terikat pada sedimen, sehingga tidak dapat pulih secara alamiah.

Adanya kandungan logam dan antibiotik di Kali Code dan Kali Winongo ini ditengarai akibat sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih lemah. Untuk itu dia merekomendasikan agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius pada pengelolaan IPAL di Yogyakarta dalam mengatasi masalah pencemaran air sungai.

"Tidak banyak desa di Yogyakarta yang secara aktif memiliki sistem IPAL, karena keterbatasan sumber daya dan perhatian masyarakat akan lingkungan yang masih minim," paparnya.

Apabila air sungai terus tercemar oleh logam berat dan limbah antibiotik, ia khawatir akan berisiko jika dikonsumsi oleh masyarakat. Bahkan dalam beberapa kasus, air tercemar dapat menjadi penyebab stunting pada anak. ***