Pertumbuhan Ekonomi Siak Lampaui Riau, Wabup Tetap Soroti Sejumlah Tantangan
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Siak memaparkan enam isu strategis yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Siak dalam penyusunan RKPD Tahun 2027.
Isu pertama yakni target alokasi belanja pegawai sebesar 30 persen. Saat ini, belanja pegawai Kabupaten Siak masih berada di angka 37,84 persen atau sekitar Rp2,1 triliun.
Kedua, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor migas dan potensi daerah dinilai belum optimal. Ketiga, tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kita harus bekerja keras, tidak hanya menunggu dana transfer pusat. Potensi sumber daya alam dan peluang pendapatan daerah di Kabupaten Siak sangat terbuka. Kami berharap adanya kerja sama dan kerja ikhlas semua pihak agar pendapatan asli daerah kita semakin baik ke depan,” tegasnya.
Selanjutnya, isu keempat adalah pemerataan pembangunan antarwilayah yang dinilai belum optimal. Kelima, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing tenaga kerja. Serta keenam, penguatan ekonomi inklusif dan pengurangan ketimpangan sosial.
Syamsurizal juga menjelaskan bahwa proyeksi keuangan daerah Kabupaten Siak pada tahun 2027 diperkirakan berada di angka Rp1,9 triliun, dengan rincian PAD sekitar Rp449 miliar dan pendapatan transfer pusat sebesar Rp1,5 triliun.