Menu

21 Februari: Referendum Persatuan Suriah dan Mesir, Lawan Intervensi Negara Barat

Riko 21 Feb 2019, 14:48
Gamal Abdul Nasser pimpin Negara Republik Persatuan Arab (foto/int)
Gamal Abdul Nasser pimpin Negara Republik Persatuan Arab (foto/int)

RIAU24.COM -  Kamis 21 Februari 2019, Banyak yang tidak tahu, pernah berdiri Republik Persatuan Arab (RPA). Walau umur Republik Persatuan Arab sangat singkat, namun menunjukkan semangat Nasionalisme Arab untuk melawan intervensi negara-negara Barat terhadap Timur Tengah sempat 'membara'. 

Seperti dilansir dari wikipedia, Presiden Gamal Abdul Nasser menjadi sosok penting lahirnya Republik Persatuan Arab (RPA), yang terdiri dari Suriah, Mesir, juga Yaman. Hal itu tidak terlepas dari sosok Gamal Abdul Nasser dianggap 'pahlawan' selama Perang Suez antara Arab dengan Zionis Israel. 

Kemudian 21 Februari 1958, dilaksanakan referendum di Suriah dan Mesir. Hasilnya mayoritas rakyat Suriah dan Mesir setuju dibentuknya Republik Persatuan Arab (RPA) dan Gamal Abdul Nasser jadi Presiden RPA.

Belakangan Negara Yaman menyatakan ikut Republik Persatuan Arab (RPA), hanya saja Yaman tetap mempertahankan kedaulatan negaranya tidak melebur jadi satu. Lahirnya Republik Persatuan Arab (RPA) diharapkan bisa 'melawan' pengaruh dan intervensi negara-negara Barat pada bangsa Arab. 

Pemerintahan Republik Persatuan Arab (RPA) sempat berlangsung sekitar tiga tahun tujuh bulan. Namun akibat adanya konflik internal dan anggapan Mesir tertalu mendikte Suriah, mengakibatkan Suriah keluar dari RAP. Otomatis Republik Persatuan Arab bubar pada tahun 1961. 

Halaman: Lihat Semua