Menu

Tangani Abrasi di Pulau Bengkalis, Ini Harapan Masyarakat ke Pemerintah

Dahari 5 Jul 2019, 11:04
Kondisi abrasi di sepanjang pesisir Pulau Bengkalis/hari
Kondisi abrasi di sepanjang pesisir Pulau Bengkalis/hari

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Warga masyarakat Kabupaten Bengkalis Riau, khususnya yang tinggal di Pulau Bengkalis sangat berharap kepada Pemerintah agar untuk serius terkait penanganan abrasi yang terjadi di Pulau ini.

Abrasi yang mengancam Pulau Bengkalis ini, terhadap Pemerintah juga diminta merealisasikan pembangunan untuk mencegah abrasi. Dikarenakan, pulau Bengkalis yang dulunya besar, kini sudah mulai mengecil dampak dari abrasi.

Edi Zakri Kepala Desa Pambang Baru yang berhadapan langsung dengan perbatasan antara Selat Bengkalis - Malaka mengatakan itu ketika mendampingi Tim Menko Kemaritiman,  Lembaga dan Kementerian terkait meninjau abrasi di desa Pambang, Kamis 4 Juli 2019 petang kemarin.

"Harapan kita pemerintah mengatasi abrasi yang paling utama fokusnya. Karena abrasi pantai kita ini berkisar 20 sampai 30 meter pertahun. Dengan adanya tim dan rombongan ini survey, kita harapkan ada realisasi pembangunan untuk mengatasi abrasi ini,"ungkap Edi Zakri

Dalam hal tersebut, pihak desa dan warga Bengkalis sangat antusias menyambut kehadiran rombongan tim dari Kemenko Kemaritiman  Bahkan mereka menunjukkan lokasi, perkebunan dan bangunan yang habis ditelan abrasi.

"Kami dari pihak desa sangat berharap ini menjadi kenyataan, yang jelas akibat abrasi perkebunan masyarakat seperti kebun kelapa, durian dan lain lain habis ditelan abrasi,"kata Edi Zakri lagi.

Disampaikan Kepala Desa, pihak sudah berupaya melakukan berbagai hal mencegah lajunya abrasi. Namun bisa sebatas penghijauan yang belum dinilai efektif. Efektifnya imbuhnya, penanganan abrasi dilakukan dengan break water (penahan gelombang).

"Kita harapkan keseriusan pemerintah merealisasikan ini, sehingga abrasi tidak jadi masalah yang mengkhawatirkan warga di Pulau Bengkalis Riau ini lagi,"pungkasnya.***


R24/phi/hari