Menu

Guru Besar UI Sebut, Resistensi Antimikroba Sebagai Silent Pandemic Dapat Mengancam Dunia 

Zuratul 4 Nov 2022, 14:44
Ilustrasi Antimikroba (Eurolab/Foto)
Ilustrasi Antimikroba (Eurolab/Foto)

Ketiga, lanjut Tjandra, di dunia, jumlah infeksi bakteri yang resisten ternyata berhubungan dengan hampir lima juta kematian setiap tahunnya. Lebih dari 1,2 juta kematian ini berhubungan langsung akibat AMR.

"Karena itulah, maka AMR disebut silent pandemi," kata Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara tersebut.

Selain itu, keempat, AMR, kata Tjandra juga dapat terjadi karena multi faktor. Salah satu utamanya adalah perilaku meminum antibiotik yang tidak diperlukan.

Menurutnya, demam batuk pilek misalnya, sebagian besar disebabkan virus, sehingga tidak perlu mengkonsumsi antibiotika. Begitu, juga orang yang minum antibiotika tidak sesuai aturan.

"Yang harus lima hari misalnya tetapi karena dua hari sudah merasa sembuh lalu dihentikan, akibatnya kumannya tidak mati dan hanya "sempoyongan" dan ketika bangun lagi maka ia jadi resisten/kebal terhadap antibiotika itu," ujar Tjandra.

Sedangkan kelima, pengendalian AMR meliputi tiga hal. Pertama, Tjandra menilai perlunya perilaku masyarakat untuk hanya konsumsi antibiotika kalau diresepkan dokter dan tidak swa-medikasi.

Halaman: 123Lihat Semua