Menu

Apa Itu Roleplay? Lagi Ngetren di TikTok-Dikhawatirkan Ganggu Psikis Anak

Devi 21 Jun 2023, 20:33
Apa Itu Roleplay? Lagi Ngetren di TikTok-Dikhawatirkan Ganggu Psikis Anak
Apa Itu Roleplay? Lagi Ngetren di TikTok-Dikhawatirkan Ganggu Psikis Anak

RIAU24.COM - Permainan 'roleplay' di TikTok belakangan dikhawatirkan mengganggu tumbuh kembang anak hingga memicu gangguan kejiwaan. 

Hal ini dikaitkan dengan beberapa permainan peran berbau dewasa.

Seperti yang baru-baru ini viral, seorang bocah digambarkan sudah memiliki anak yang perannya dimainkan oleh pengguna TikTok lain.

Sebenarnya apa itu roleplay? 

Roleplay merupakan singkatan dari role player. 

Dikutip dari TechTarget, roleplay adalah permainan yang memungkinkan penggunanya berperan sebagai karakter fantasi dan fiksi ilmiah, menyerupai identitas atau idola yang diperankan.

Berdasarkan pantauan detikcom di media sosial TikTok, roleplayer berperan seolah-olah dirinya adalah karakter di acara TV, film, buku, selebriti. 

Mereka berakting dengan menyesuaikan gaya bicara, sampai aktivitas sehari-hari.

Pengguna roleplayer di TikTok diawali dengan berinteraksi melalui saling follow akun satu sama lain, dilanjutkan dengan berhubungan secara fiksi berbagi roleplay lewat konten video berlatarbelakang dialog, penampilan sesuai karakter, dilengkapi fitur-fitur TikTok musik, efek, dan lainnya.

Beberapa genre yang saat ini paling populer adalah genre Korea dan Western. Kedua genre RP ini kemudian dibagi lagi menjadi kelompok karakter seperti penyanyi, aktor, boyband, hingga girlband.

Sayangnya, ada beberapa adegan berhubungan dewasa yang memang terekspos dalam pencarian roleplay TikTok.

Sorotan Pemerhati Anak

Mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan/Satuan Tugas Pengungsi Luar Negeri Indonesia Retno Listyarti menyoroti minimnya peran orangtua dalam pengawasan media sosial anak.

Di tengah era digital, permainan semacam itu memang sulit dihindari anak, terutama rasa ketertarikan meniru yang tinggi di kalangan usia tujuh tahun ke atas.

"Namanya anak, anak dalam tumbuh kembang, di mana mereka tuh bukan usia dewasa dalam bentuknya mini, jadi anak ini nggak ngerti risiko, mudah terpengaruh, peniru ulung dan lain-lain," jelas pemerhati anak tersebut, saat dihubungi detikcom Rabu (21/6/2023).

Orangtua diimbau untuk sering berdialog dengan anak terkait apa itu roleplay seperti batasannya, apa yang bisa dimainkan, jangan hanya sekadar memarahi dan langsung melarang. Namun, disebutkan dampak dan risiko apa yang bisa muncul ketika terus-menerus memainkan peran roleplay di TikTok.

"Orangtua nya bilang kamu jangan ini, jangan itu, tapi kan selama ini seringnya nggak pernah diedukasi jangannya seperti apa, alasannya seperti apa," sambung dia.

"Akhirnya kan dia juga nggak paham, sehingga bisa jadi terus memainkan di luar pengawasan orangtua," pungkasnya. ***