Menu

Taiwan Laporkan Indomie Soto Mengandung Etilen Oksidan, Begini Respon BPOM

Rizka 12 Sep 2025, 11:49
Indomie Soto Banjar
Indomie Soto Banjar

RIAU24.COM Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar merespons laporan dari otoritas Taiwan soal produk Indomie varian Soto Banjar Limau Kulit yang mengandung etilen oksida melebihi standar. 

Menurut Taruna, temuan itu akan ditindaklanjuti. 

"Ya itu, sudah masuk atensi kami yang berhubungan dengan produk mie kan. Itu sudah masuk atensi kami. Etilen oksidan kan," ujar Taruna kepada wartawan di Kantor Barantin, Jakarta Pusat, Jumat (12/9). 

"Teknisnya ya sudah sesuai dengan standar. Nanti kita akan melanjutkan lebih jauh yang berhubungan dengan itu. Karena sekarang kita lagi berkomunikasi dengan otoritas yang ada," jelasnya. 

Saat ditanya soal temuan etilen oksida pada produk mie asal Indonesia yang tidak hanya sekali ini terjadi, Taruna membenarkan. 

Ia berjanji akan melakukan penindakan. "Ini kan sudah jadi atensi kita. Dan kita akan tindaklanjuti," tambahnya. 

Sebelumnya, otoritas Taiwan melaporkan bahwa satu batch mie instan merk Indomie varian rasa Soto Banjar Limau Kulit produksi Indonesia ditemukan mengandung residu pestisida etilen oksida pada tingkat yang tidak memenuhi standar negara tersebut. 

Dilansir keterangan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan, Kamis (11/9) batch Indomie tersebut memiliki batas kedaluarsa 19 Maret 2026. 

Saat ini Pusat Keamanan Pangan (CFS) Taiwan sedang menyelidiki apakah produk yang dimaksud diimpor ke Hong Kong dan sedang menghubungi otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut. 

Otoritas setempat juga meminta warganya untuk membuang dan tidak mengonsumsi produk Indomie varian rasa Soto Banjar Limau Kulit dengan batch yang dimaksud. 

Selain itu, produk yang didapatkan melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikecualikan. Sementara, pihak CFS akan tetap waspada dan memantau setiap perkembangan baru serta mengambil tindakan yang tepat bila diperlukan.